Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Dwelling Time di Belawan

Wakapolda Sumut Brigjen Adhi Prawoto didampingi Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah, Dirkrimsus Polda Sumut.
Wakapolda Sumut Brigjen Adhi Prawoto didampingi Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah, Dirkrimsus Polda Sumut.

Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Dwelling Time di Belawan

Medan | rakyatmedan.com
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus Dwelling Time di Pelabuhan Belawan. Polisi juga mengamankankan uang bernilai puluhan juta rupiah sebagai barang bukti.

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Adhi Prawoto mengatakan, kedua tersangka yang berinisial M dan P itu pun masih menjalani proses pemeriksaan. Keduanya ditangkap Senin kemarin saat melakukan pemerasan terhadap perusahaan.

“Kedua orang itu adalah tenaga kerja bongkar muat di Belawan. Mereka adalah oknum yang menghambat proses bongkar muat di Pelabuhan Belawan. Kasus ini masih dalam pengembangan,” katanya, Kamis (6/10).

Menurutnya, tersangka M diringkus ketika sedang menerima uang sebesar Rp75 juta dari O mewakili PT Adhi Putra Jaya yang berkantor di Kawasan Industri Medan.

Jumlah uang ini diserahkan perwakilan perusahaan sebagai uang muka dari biaya bongkar muat Rp141 juta. Uang itu rencananya mau disetor ke koperasi sehingga proses bongkar muat berjalan dengan cepat setelah dilakukan pembayaran tersebut.

Seperti yang diketahui, penanganan kasus Dwelling Time itu ditangani polisi setelah Presiden Joko Widodo mengkritisi masalah lambannya proses bongkar muat di Pelabuhan Belawan.

Jokowi marah besar karena menduga ada permainan di balik lambatnya proses bongkar muat itu. Polisi pun diperintahkan untuk mengungkap indikasi penyimpangan tersebut. Dua orang pun akhirnya ditangkap dalam kasus itu. (rm-05/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya