Tanpa Rekomendasi BNP2TKI, Keberangkatan 54 TKI ke Timur Tengah Dicegah

Petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mendata calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang akan berangkat ke Timur Tengah, Tangerang, Banten, Minggu (9/10). (foto ant: Lucky R)
Petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mendata calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang akan berangkat ke Timur Tengah, Tangerang, Banten, Minggu (9/10). (foto ant: Lucky R)

Tanpa Rekomendasi BNP2TKI, Keberangkatan 54 TKI ke Timur Tengah Dicegah

Jakarta | rakyatmedan.com
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencegah 54 Warga Negara Indonesia yang akan berangkat ke Timur Tengah. Puluhan orang ini diduga akan berangkat sebagai Tenaga Kerja Indonesia ilegal.

“Pada saat pemeriksaan di konter berlangsung, ditemukan keraguan akan maksud dan tujuan para penumpang tersebut,” kata Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (9/10).

Berdasarkan pemeriksaan paspor, lanjut Ronny, penumpang tersebut disinyalir hendak bekerja di Timur Tengah tanpa adanya rekomendasi dari Instansi terkait dalam hal ini BNP2TKI. Atas kecurigaan tersebut, kemudian petugas konter melakukan pemeriksaan lebih lanjut di ruang office Bandara Soekarno-Hatta.

“Setelah pemeriksaan singkat dilakukan, didapatkan informasi bahwa TKI tersebut memang akan bekerja di Timur, namun memang tidak dilengkapi dengan surat resmi dari  BNP2TKI,” jelas Ronny.

Penolakan tersebut dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Dirjenim No. IMI.2GR.01.01-4.698 tanggal 12 Juli 2016 merujuk kepada surat Kementrian Tenaga Kerja No.B26/MEN/PPTK-PTKLN/III/2016 tentang penghentian dan pelarangan penempatan TKI pada Penggunaan Perseorangan di Negara Kawasan Timur Tengah.

Selanjutnya, pihak Imigrasi melakukan penahanan terhadap 33 orang yang akan berangkat menggunakan pesawat Mihin Lanka (MJ 604) dengan tujuan Jakarta – Colombo – (Dubai, Abu Fhabi, Bahrain, Doha, Jeddah) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sedangkan 21 orang calon TKI lainnya yang akan berangkat menggunakan pesawat Oman Air (WY 848) dengan penerbangan Jakarta – Muscat – (Abu Dhabi, Doha, Dubai, Riyadh, Bahrain) telah di kembalikan ke penanggung jawab calon tenaga kerja tersebut untuk dipulangkan daerah asal. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya