Dua Begal Ditangkap di Jalan Cirebon, Empat Pelaku Lain Melarikan Diri

Kedua pelaku begal yang diamankan di Mapolsek Medan Timur.
Kedua pelaku begal yang diamankan di Mapolsek Medan Timur.

Dua Begal Ditangkap di Jalan Cirebon, Empat Pelaku Lain Melarikan Diri

Medan | rakyatmedan.com
Personil Reskrim Polsek Medan Timur menangkap dua orang pelaku begal ketika sedang beraksi di Inti Kota, Jalan MT Haryono/Persimpangan Jalan Cirebon Medan Timur, Senin (10/10) dinihari.

Seorang dari pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melakukan perlawanan saat penangkapan.

Awalnya, kedua pelaku Dian (17), warga Jalan Amaliun Gang Panduan No. 4 Kelurahan Kota Matsum Medan Kota dan Idoi (21) warga Jalan Tuasan No. 13 Kelurahan Medan Tembung bersama empat rekannya mengendarai sepedamotor. Para pelaku begal inipun berkeliling untuk mencari sasaran.

Ketika di Jalan MT Haryono, para pelaku melihat seorang pria bernama Eza Badrianto (22), mengendarai sepedamotor dengan sendiri. Melihat situasi di lokasi itu memang sepi, para pelaku mengejar dan memepet laju kendaraan korban yang merupakan warga asal Lawe Kihing Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara tersebut.

Kemudian begal tersebut menghadang kendaraan korban. Seorang dari pelaku mencoba merampas sepedamotor korban sambil mengancam pakai pisau.

Merasa terancam, korban tak mau diam, dirinya berteriak minta tolong. Ternyata, teriakan itu didengar oleh personil Reskrim Polsek Medan Timur yang berada di Pos Begal di Uniland. Polisi langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan.

Menyadari kedatangan polisi, para pelaku langsung berusaha melarikan diri. Polisi terus melakukan pengejaran sehingga seorang pelaku, Dian berhasil ditangkap.

Pengejaran terhadap para pelaku begal itu tidak sampai disitu, polisi terus melakukan pengejaran. Hingga di Jalan Putri Hijau tepatnya depan gedung Capital Building, polisi berhasil menangkap Idoi.

Namun, saat penangkapan tersangka yang satu ini, polisi terpaksa melumpuhkan kakinya dengan timah panas. Pasalnya, saat ditangkap, tersangka mencoba melakukan perlawanan. Kemudian kedua tersangka diboyong ke Mapolsek Medan Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Medan Timur Kompol BL Malau melalui Kanit Reskrim Iptu MS Ginting mengatakan, kedua pelaku bersama empat rekannya yang masih buron sudah sempat menghadang laju kendaraan korban.

“Para pelaku sempat mengambil kunci kontak sepedamotor dan mengancam korban dengan pakai pisau. Kemudian korban berusaha melarikan diri sambil berteriak maling,” ucap dia.

Kemudian, kata Kanit, saat penangkapan seorang dari pelaku terpaksa kakinya ditembak lantaran mencoba melawan polisi.

“Satu orang kita tembak karena melawan,” ungkapnya.

Masih Ginting, dari pemeriksaan sementara, kedua tersangka dan rekannya telah lebih satu kali beraksi melakukan begal.

“Pada tanggal 1 Oktober 2016 sekira pukul 02.00 WIB lalu, para pelaku melakukan begal di Jalan Raden Saleh depat kantor Wali Kota Medan. Pelaku mengambil 1 unit sepedamotor jenis vario, laporannya di Polsek Medan Baru. Kemudian beraksi juga di Jalan Merak Jingga dan Jalan MT Haryono. Kita masih melakukan pendalaman lagi, kemungkinan masih banyak lagi lokasi lokasi lain,” sebutnya.

Lanjut dia, pihaknya juga masih mengejar empat pelaku lagi yang saat pengejaran berhasil melarikan diri.

“Barangbukti satu unit sepedamotor milik tersangka. Keempat tersangka yang buron berinisial O, A, K dan F,” cetus dia.

Sedangkan korban Eza Badrianto sendiri telah membuat laporan ke Mapolsek Medan Timur. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya