Parit Jalan Abdullah Lubis Banyak Tersumbat

Walikota Medan Dzulmi Eldin tinjau pengorekan parit Jalan Abdullah Lubis.
Walikota Medan Dzulmi Eldin tinjau pengorekan parit Jalan Abdullah Lubis.

Parit Jalan Abdullah Lubis Banyak Tersumbat
Medan | rakyatmedan.com
Dinas Bina Marga Medan mengorek drainase di Jalan Abdullah Lubis, persisnya dekat persimpangan Jalan Darussalam, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru Senin (10/10).

Pengorekan yang pimpin Kadis Bina Marga, Khairul Syahnan ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Walikota Medan Dzulmi Eldin. Sebab, Minggu (9/10), walikota saat melintasi Jalan Abdullah Lubis melihat banjir menggenangi jalan.

Melihat itu Eldin langsung menghubungi Kadis Bina Marga dan Camat Medan Baru, Albon Sidahuruk untuk meninjau ke lokasi sekaligus mengatasi genangan air tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, banjir terjadi akibat parit yang ada di sisi kanan maupun kiri jalan tersumbat akibat sendimentasi.

Untuk mengatasinya, Dinas Bina Marga pun melakukan pengorekan parit dibantu sejumlah tim buser Kecamatan Medan Baru. Selain mengerahkan puluhan pekerjanya, Dinas Bina Marga juga menurunkan 1 unit backhoe beserta sejumlah truk untuk mengangkut langsung lumpur hasil pengorekan parit agar tidak menumpuk di pinggir jalan.

Berdasarkan pengakuan sejumlah warga yang ditemui di lokasi pengorekan parit, kawasan ini sudah cukup lama menjadi langganan banjir. Padahal sekitar 300 meter dari lokasi, terdapat drainase primer yakni Sungai Putih. Namun akibat penyumbatan yang terjadi, air parit tidak mengalir, terutama pada saat hujan deras sehingga meluap dan menggenangi jalan maupun rumah warga.

Apa yang disampaikan warga terbukti, Dinas Bina Marga mendapati dua titik parit yang tersumbat. Satu titik penyumbatan terjadi akibat pemilik tanah sengaja menimbun parit untuk titi masuk truk yang membawa tanah timbun.

Sedangkan satu titik lagi, penyumbatan yang terjadi disebabkan pembetonan titi depan sebuah kantor. Akibat pembetonan tersebut, parit pun ikut tercor sehingga tersumbat.

Tak pelak kondisi itu membuat aliran air yang seharusnya mengalir menuju Sungai Putih pun terputus. Dampaknya, warga sekitar maupun pengendara kenderaan bermotor yang melintas, baik roda dua maupun empat yang merasakannya. Selain rumah tergenang air, tidak sedikit kenderaan bermotor yang mogok karena ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Yang lebih parah di Gang Mantri, belasan rumah warga di sana mengalami kebanjiran dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa, terutama pada saat hujan deras Sabtu (9/10) tengah malam sampai Minggu dinihari (10/10).

Selain parit mengalami sendimentasi, bajir juga diakibatkan karena salah seorang warga yang mendirikan warung di depan mulut masuk Gang Mantri sengaja menutup dengan memasang batu bata untuk tempat berdirinya papan sebagai lapak berjualannya.

Namun ketika petugas Dinas Bina Marga dan tim buser Kecamatan Medan Baru membongkar batu bata yang menutup parit, termasuk papan yang menutupi permukaan parit, warga pemilik warung itu langsung marah-marah serta memprotes pembongkaran yang dilakukan didampingi beberapa anggota keluarganya. Namun protes tersebut tak ditanggapi sedikit pun, pembongkaran terus dilakukan.

Kecewa Camat dan Lurah
Tak lama berselang, Eldin pun tiba di lokasi untuk melihat hasil pengorekan yang telah dilakukan. Wajah Eldin tampak memerah, sebab pemicu terjadinya banjir akibat kurangnya pengawasan dari camat maupun lurah. Lemahnya pengawasan itu menyebabkan warga yang menjadi korban, sebab rumah mereka kebanjiran.

“Jika camat dan lurah bertanggungjawab penuh dengan wilayah kerjanya, saya rasa hal ini tidak akan terjadi. Bayangkan saja camat dan lurah tidak tahu jika ada warga yang menimbun parit serta membeton titi sehingga parit tersumbat. Sudah itu membiarkan warga menutup parit untuk tempat berdirinya warung. Saya benar-benar sangat kecewa,” kata Eldin dengan wajah memerah.

Apalagi Eldin pun mendapat laporan baik camat, lurah pun maupun kepala lingkungan tak pernah menggelar gotong royong di kawasan tersebut. Padahal warga telah berulangkali mengeluhkan bajir yang mereka alami tersebut.

“Saya tidak ingin melihat hal seperti ini terjadi lagi. Jadi camat dan lurah harus bisa menterjemahkannya!” pungkasnya.

Setelah dilakukan pengorekan parit mulai sejak pagi sampai siang hari, air parit yang semula tergenang kini telah surut karena sudah mengalir lancar menuju Sungai Putih. Untuk itu Ekldin berpesan kepada camat dan lurah agar mengawasi terus parit yang telah dikorek tersebut.

“Minimal seminggu sekali melakukan gotong royong dengan melibatkan masyarakat. Saya juga berharap agar warga tidak membuang sampah dalam parit lagi,” pesannya.

Sementara itu, Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan mengatakan, seluruh jajarannya saat ini siaga penuh untuk mengatasi musim penghujan disertai cuaca ekstrim. Begitu menerima laporan dari camat untuk meminta bantuan tenaga maupun alat berat, Syahnan langsung menindaklanjutinya.

“Pokok kita siap untuk membantu, terutama dalam mengatasi persoalan banjir. Begitu menerim laporan, kita akan turunkan petugas maupun alat berat yang dibutuhkan,” jelas Syahnan. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya