Larikan Mobil Paman, Iyan Ditangkap Saat Transaksi

Katimsus Ditreskrimum Poldasu, AKBP Sandy Sinurat didampingi Kanit Ranmor, Kompol Murdani memaparkan tersangka dan barang bukti.
Katimsus Ditreskrimum Poldasu, AKBP Sandy Sinurat didampingi Kanit Ranmor, Kompol Murdani memaparkan tersangka dan barang bukti.

Larikan Mobil Paman, Iyan Ditangkap Saat Transaksi

Medan | rakyatmedan.com
Personel Timsus Ditreskrimsus Polda Sumut membekuk Iyan Mulk Harafah alias Iyan (27), warga Jalan Sekata, Gang Belati No.2 Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, saat hendak menjual mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1534 OL milik pamannya, Irman, Senin (10/10), di parkiran mobil Bandara Kualanamu, Deliserdang.

Informasi diperoleh, tersangka awalnya meminta rental mobil dengan pamannya, Adenin alias Siad. Alasannya, dia mau membuat laporan kehilangan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Polsek Medan Baru.

Setelah selesai, Iyan kemudian pergi menggandakan kunci mobil tersebut di daerah Brayan, Medan pukul 13.00 WIB.

“Dia sempat istirahat di rumah, habis gandakan kunci mobil itu. Jam 16.00 WIB, tersangka berangkat ke Bandara Kualanamu bersama istri dan mertua dan pamannya, Adenin alias Siad. Karena katanya, dia dan istrinya mau pulang kampung ke Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebetulnya, dia (tersangka) ini orang Sulawesi, terus ke Medan dan nikah sama orang sini,” ungkap Katimsus Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Sandy Sinurat didampingi Kanit Ranmor, Kompol Murdani saat memaparkan tersangka dan barang bukti di depan Gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Selasa (11/10).

Lantas, Iyan beserta istri diantarkan pamannya Adenin dan mertuanya dengan mobil Toyota Avanza milik Imran ke Bandara Kualanamu.

Sesampainya di Bandara, ketika istri, mertua dan pamannya berada di area keberangkatan Bandara Kualanamu, Iyan lantas permisi pura-pura mau mengambil pakaiannya yang tertinggal di mobil yang terparkir di area parkir bandara.

Nah, saat di area parkir itulah Iyan bertemu dengan Rendi, yang mengaku akan membeli mobil itu. Rendi sendiri merupakan personel polisi yang menyaru sebagai pembeli.

“Pas transaksi itu, dia menawarkan mobil itu seharga Rp25 juta. Dia tidak tahu kalau pembeli itu (Rendy) merupakan anggota kita. Saat ditanya kelengkapan surat-surat kendaraan, tersangka kebingungan. Anggota kita langsung menangkapnya,” terang mantan Kapolsek Medan Kota ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, 2 minggu sebelum penangkapan dilakukan, tersangka sudah menawarkan mobil yang akan dijualnya itu melalui akun facebook (fb) miliki istrinya. “Dia ada nawarkan dari facebook,” kata Sandy lagi.

Atas kasus itu, tersangka akan dijerat Pasal 363 subsider 362 dengan ancaman 5 tahun penjara. Sementara Adenin kepada wartawan membenarkan, penangkapan tersangka dilakukan polisi saat berada di Bandara Kualanamu.

“Dia mau jual mobil ini Rp25 juta. Jadi, pas kami antar ke bandara, dia pura-pura mau balik ke mobil untuk ambil baju. Ternyata dia sudah ada bawa kunci ganda. Kalau waktu itu langsung dikasih yang Rp25 juta itu sama si pembelinya, sudah terbanglah dia. Tersangka ini orang Sulawesi, istrinya keponakan saya. Keluarga berkeluarganya semua ini. Dia nggak dekat sama Imran, paman istrinya juga,” katanya.

Tersangka Iyan yang ditanya wartawan, mengaku kalau perbuatannya itu dilatarbelakangi persoalan ekonominya. Usaha burger yang dirintisnya selama ini bangkrut. Alhasil, diapun gelap mata dan berupaya akan menggelapkan mobil milik Imran, yang notabene merupakan paman dari istrinya.

“Iya bang, saya orang Sulawesi. Jadi saya nikah sama orang sini, anak saya satu, masih umur 1 tahun. Kami nyewa di Jalan Sekata dan jualan burger di daerah Jalan Sungai Deli, nggak jauh dari rumah. Jadi usaha saya bangkrut bang. Betul, saya ada memasarkan mobil ini di grup facebook pakai akun istri saya. Tapi saya yang buat penawaran di facebook itu. Jadi setelah saya posting, terus ada si Rendi ini yang nawar. Selama 2 minggu, dia bujuk saya saja. Saya sempat curiga, tapi karena saya butuh uang, makanya saya iyakan penawaran si Rendy ini. Pas di bandara, negolah kami. Eh ternyata, dia (Rendy) itu polisi. Ketangkaplah saya,” akunya. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya