Perkuat Kerjasama, Uruguay Buka Kedutaan di Indonesia

Menlu Retno Marsudi (kanan) dan Menlu Uruguay Rodolfo Nin Novoa menandatangani kerjasama bilateral di Kemenlu, Jakarta, Selasa (11/10).
Menlu Retno Marsudi (kanan) dan Menlu Uruguay Rodolfo Nin Novoa menandatangani kerjasama bilateral di Kemenlu, Jakarta, Selasa (11/10).

Perkuat Kerjasama, Uruguay Buka Kedutaan di Indonesia

Jakarta | rakyatmedan.com
Kementerian Luar Negeri menyatakan Uruguay akan membuka kantor kedutaan besar di Jakarta tahun depan.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi seusai melakukan pertemuan bilateral bersama Menteri Luar Negeri Uruguay Rodolfo Nin Novoa di Gedung Pancasila, Kemlu, Selasa (11/10).

“Dalam pembicaraan di dalam, mulai tahun depan Uruguay juga akan membuka kantor Kedubes di Jakarta. Tentu kami sangat menerima dengan baik hal ini,” ujar Retno usai pertemuan dalam konferensi pers.

Pertemuan keduanya terbilang singkat. Rodolfo bersama delegasinya datang sekitar pukul 12.00 WIB dan di sambut langsung oleh Retno. Pembicaraan bilateral dilakukan sekitar 40 menit.

Menurut Retno, pertemuan kedua negara dilakukan guna memperkuat kerja sama khususnya dalam sektor ekonomi. Selain pejabat tinggi, delegasi Rodolfo juga terdiri para pengusaha Uruguay.

Hal ini, tutur Retno, dilakukan guna mendorong kerja sama sektor-sektor swasta antar kedua negara. Kunjungan delegasi bisnis Uruguay juga merupakan bentuk balasan bagi Indonesia karena beberapa pengusaha kecil dan menengah Indonesia ikut berpartisipasi dalam trade expo Uruguay sejak tahun 2008.

“Kami juga telah sepakat dan menandatangani kerja sama ekonomi dan technical cooperation lainnya,” kata Retno.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Uruguay Rodolfo Nin Novoa sangat menyambut baik keinginan kedua negara untuk mempererat kerja sama ekonomi.

Tak hanya antar pemerintah, Rudolfo juga mendorong supaya penguatan kerja sama ekonomi bisa dilakukan antar komunitas pengusaha kedua negara.

Selain itu, Rudolfo juga berharap, penguatan kerja sama ekonomi bisa diperluas ke tahap regional. Indonesia sebagai sekretariat pusat ASEAN dan Uruguay sebagai sekretariat pusat MERCOSUR diharapkan mampu memperkuat kerja sama antar kedua organisasi regional, khususnya terkait free trade area.

“Sebagai negara yang sama-sama berkembang sangat pesat, kebangaan bagi Uruguay untuk akhirnya bisa memperkuat hubungan kedua negara setelah 51 tahun hubungan diplomatik (Indonesia-Uruguay) berjalan,” kata Rudolfo.

Menurut Jurubicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, nilai perdagangan kedua negara masih terbilang kecil. Namun banyak potensi ekonomi yang bisa didapat dari penguatan kerja sama antar kedua negara.

Pada tahun 2015, nilai perdagangan kedua negara, tutur Arrmanatha mencapai US$45,63 juta surplus US$11,52 juta. Dengan pertemuan bilateral ini, kedua negara bisa meningkatkan kerja sama ekonomi menuju hal yang lebih konkret lagi.

“Pertemuan ini langkah besar khususnya mendorong penguatan kerja sama sektor bisnis bagi kedua negara. Selama ini kerja sama ekonomi antar kedua negara masih terganjal jarak yang cukup jauh. Tapi kami akan kembangkan potensi lain tentunya,” kata Arrmanatha. (rm/cnn)

portal berita medan
informatif & terpercaya