Protes Pengerjaan Drainase, Mantan Brimob Ditampar Kades Desa Sampali

Kepala Desa (Kades) Sampali, Srik Astuti bersalaman dengan Kamiso usai di mediasikan Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendarato.
Kepala Desa (Kades) Sampali, Srik Astuti bersalaman dengan Kamiso usai di mediasikan Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendarato.

Protes Pengerjaan Drainase, Mantan Brimob Ditampar Kades Desa Sampali

Medan | rakyatmedan.com
Dipicu persoalan pengerjaan drainase dilahan PTPN Dusun X, Desa Sampali, Percut Seituan akhirnya berbuntut pertikaian. Dalam keributan itu, kepala desa (Kades) Desa Sampali, Srik Astuti, nekat menampar Kamiso (48), merupakan warganya sendiri.

Tak senang, mantan polisi brigadir mobil (Brimob) itu melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan, Selasa (11/10). Aksi arogan yang dilakukan pemimpin desa itu terjadi Selasa pagi disaksikan oleh warga yang lain dilokasi.

Bermula dari adanya rencana pengerjaan proyek drainase di lahan PTPN Dusun X, Desa Sampali, Percut Seituan sehingga rencana itu tidak disetujui oleh warga setempat. Kamiso, bersama sejumlah warga yang mengetahui adanya rencana pengerjaan drainase itu, lalu mendatangi lokasi dengan tujuan guna melakukan protes atas rencana tersebut.

Ternyata sesampainya dilokasi, niat protes bersama warga itu menjadi perdebatan sengit dengan Anto, selaku kepala urusan (Kaur) perangkat desa. Saat aksi perdebatan cekcok mulut itu berlangsung, tak lama berselang kepala desa (Kades) Srik Astuti, datang kelokasi.

Disitu Kamiso, lalu menyambangi kepala desa itu guna mempertanyakan rencana pengerjaan proyek drainase tersebut. Namun pertanyaan yang dilontarkan Kamiso, membuat kades merasa tak senang lantaran dianggap warga sengaja menghalangi rencana pengerjaan drainase itu. Sehingga kades tidak merespon pertanyaan warga.

Melihat sikap kades yang acuh, membuat Kamiso merasa dilecehkan didepan warga yang lain. Sehingga Kamiso, melontarkan bahasa yang membuat kades itu tersinggung dan kades yang berang lalu spontan menampar wajah Kamiso didepan warga.

Merasa malu dan tak senang atas sikap kades yang dianggapnya arogan itu, Kamiso didampingi warga mendatangi Polsek Percut Sei Tuan untuk melaporkan sang kades yang dianggapnya arogan itu.

“Memang saya akui ada memaki dia (kades) karena protes kami dianggapnya menghalangi rencana pengerjaan drainase itu. Tapi dia sebagai pemimpin didesa kami tidak pantas menampar. Karena dia perempuan makanya saya tak mau membalas,” kata Kamiso di kantor polisi.

Sementara Srik Astuti, saat diwawancarai memilih bungkam dan menghindar dari wartawan lalu masuk keruang Kapolsek. Diruangan itu Srik Astuti dan Kamiso, tampak tengah dimediasikan oleh Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Lesman Zendrato. Selang satu jam, keduanya akhirnya saling bermaafan dan Kamiso mengurungkan niatnya melaporkan kades.

“Keduanya sudah kita mediasikan. Kini keduanya sudah saling memaafkan dan bersalaman,” kata Kapolsek. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya