Simpan Sabu dalam Tas, Tukang Ojek Dicokok Polisi

RS alias DN (paling kiri) dicokok karena jadi kurir sabu.
RS alias DN (paling kiri) dicokok karena jadi kurir sabu.

Simpan Sabu dalam Tas, Tukang Ojek Dicokok Polisi

Jakarta | rakyatmedan.com
RS alias DN ditangkap polisi lantaran menjadi kurir narkoba. Dia tak berkutik saat polisi mendapati lima kilogram sabu yang dia simpan di tasnya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes John Turman mengatakan, RS dicokok di depan Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat, Minggu 9 Oktober. Ketika itu, dia hendak melakukan transaksi.

“Hasil pemeriksaan ia mengaku disuruh oleh MSL (DPO) untuk menerima sabu di lokasi itu dari seseorang,” kata John di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/10).

Kepada polisi, RS mengaku baru sekali beraksi. Tapi, polisi tak lantas mempercayai. Sebab, dari keterangan para saksi, RS sudah lama berteman dengan MSL yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Yang bersangkutan ini kesehariannya sebagai tukang ojek,” tambah John.

Hasil interogasi polisi, RS mengaku mendapat imbalan Rp2,5 juta jika berhasil mengirim setiap kilogram. Uang itu dia dapat dari MSL.

Dari ‘nyanyian’ RS, polisi lantas menggerebek rumah MSL di Kampung Boncos, Jakarta Barat. Tapi, penggerebekan polisi bocor, MSL kabur, sebelum polisi tiba di rumahnya.

“Kami masih memburu MSL, diduga dia lah pengendali jaringan ini,” kata John.

Atas perbuatannya, polisi menjerat RS alias DN dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya, pidana 20 tahun penjara. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya