Ditangkap, Istri Ali Kalora Dalam Kondisi Hamil

Tini Susanti Kaduku, istri anak buah teroris Santoso, Ali Kalora.
Tini Susanti Kaduku, istri anak buah teroris Santoso, Ali Kalora.

Ditangkap, Istri Ali Kalora Dalam Kondisi Hamil

Jakarta | rakyatmedan.com
Tim Satgas Operasi Tinombala menangkap anggota kelompok teroris, Mujahiddin Indonesia Timur (MIT). Kali ini, petugas mengamankan istri dari Ali Kalora, Tini Kalora, Selasa (11/10).

“Selasa 11 Oktober kembali ditangkap DPO bernama Tini Kalora di rumah milik HD Moengko Lama,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/10).

Menurut dia, penangkapan terhadap Tini dimulai dari pengembangan informasi yang didalami tim gabungan TNI-Polri, Satgas Operasi Tinombala. Tini ditangkap ketika bersembunyi di rumah milik seseorang berinisial HD di Desa Mongko, Lama, Poso.

Saat ditangkap, sambung dia, Satgas Tinombala sempat bernegosiasi dan menangkap Tini yang tengah berada dalam kamar di rumah HD.

“Selanjutnya pada hari Selasa tim mendatangi rumah HD dan melakukan negosiasi dan selanjutnya menjemput Tini yang bersembunyi di dalam kamar,” ucap Martinus.

Penangkapan terang Martin berlangsung kondusif dan aman. Setelah itu, Tini langsung dibawa ke Polres Poso untuk pemeriksaan.

Hamil Tua
Tini Susanti Kaduku, istri anak buah teroris Santoso, Ali Kalora langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, usai ditangkap di Kelurahan Moengko Lama, Kecamatan Poso Kota.

Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto mengatakan, kondisi Tini Susanti Kaduku alias Tini Kalora alias Umi Fadel kurang baik saat ditangkap. Apalagi, Tini sedang hamil tua.

“Sesuai perintah atasan, Tini langsung kita larikan ke RS setibanya di Palu,” terang Hari di Palu.

Menurut dia, Tini tengah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara. Jika kondisi sudah membaik, petugas akan memeriksa terkait keterlibatannya dengan MIT.

“Yang pasti dia adalah DPO (daftar pencarian orang/buronan) dan sudah pasti ditetapkan sebagai tersangka. Nanti hasil pemeriksaan tinggal mau diketahui apa perannya selama bergabung bersama MIT,” imbuh Hari.

Tini merupakan warga Poso. Dia diduga bergabung bersama MIT pada 2013.

Sebelumnya, pimpinan kelompok MIT, Santoso sendiri telah tewas dalam baku tembak Senin 18 Juli 2016. Kala itu baku tembak terjadi beberapa orang sempat melarikan diri.

Pasca tewas Santoso sudah beberapa orang berhasil ditangkap Satgas Tinombala seperti Basri, Andika, Istri Basri dan kali ini istri Ali Kalora yakni Tini Kalora. Sementara Ali Kalora terus diburu di Pengunungan Poso Sulawesi Selatan. (rm/l6)

portal berita medan
informatif & terpercaya