Dipicu Pungli Renovasi Bangunan, Dua Kubu SPTSI Bentrok di Tapian Daya

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dipicu Pungli Renovasi Bangunan, Dua Kubu SPTSI Bentrok di Tapian Daya

Medan | rakyatmedan.com
Dua kubu Organisasi Serikat Pekerja terlibat baku hantam di Jalan Gatot Subroto Tapian Daya, Kelurahan Sei Sekambing B Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (13/10) sore. Bentrok dipicu persoalan pungutan liar (pungli) terhadap renovasi bangunan Taspen.

Informasi dihimpun, kejadian bermula ketika sejumlah orang yang mengaku dari Organisasi Serikat Pekerja, mendatangi pengawas bangunan Taspen yang tengah direnovasi itu, untuk meminta uang.

“Mereka ramai datang mau deren, karena ada bangunan direnovasi, biasalah minta uang preman, yang datang salah satunya bernama Bembeng,” kata pria yang akrab disapa Surya alias Gelek (28), warga Jalan Banteng Medan Helvetia.

Namun, lantaran bangunan itu sudah ada organisasi serikat pekerja yang mengawasi, maka permintaan sejumlah pemuda itu ditolak. Surya mengatakan, penolakan ini membuat, Bembeng dan teman-temannya murka. Adu mulut pun terjadi antara kedua belah pihak.

“Satpam namanya Pak Muslim, gak menuruti mau mereka, disitu mereka mulai gak senang,” kata Surya.

Adu argumen kedua kubu menemui jalan buntu malah semakin memanas, Surya melanjutkan, tiba tiba, aksi baku hantam pun terjadi, keduanya saling jual beli pukulan. Keributan terjadi sampai ke pinggir jalan raya. Warga sekitar yang ketakutan melihat kejadian itu menghubungi pihak kepolisian.

Petugas Polsek Helvetia dan Polsek Sunggal yang menerima adanya gangguan kamtibmas, dengan sigap turun ke lokasi guna mencegah keributan meluas.

Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri menjelaskan, akibat perkelahian itu, seorang security gedung, Muslim (29), warga Jalan Banteng Lorong sederhana No. 4 Kelurahan Sei  Sikambing C II Kecamatan Medan Helvetia mengalami luka robek dibagian bibirnya.

“Korban sudah otopsi dan membuat laporan atas kasus penganiayaan yang dialaminya,” kata Daniel.

Dijelaskannya, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap sekelompok orang yang mengaku organisasi serikat pekerja, yang datang meminta uang renovasi bangunan.

“Ada tiga unit sepeda motor milik pelaku yang diamankan, sepeda motor itu tinggal, saat pelaku melarikan diri,” katanya.

Sementara, Kapolsek Helvetia Kompol Hendra ET, mengungkapkan pasca keributan itu, pihaknya menurunkan personil untuk bersiaga dilokasi mencegah bentrok susulan.

“Situasi sudah aman dan kondusif,” tandasnya. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya