Petugas Beacukai dan Lima Biro Jasa Diperiksa Polda Sumut Terkait Pungli Dwelling Time

Dermaga BICT Belawan
Dermaga BICT Belawan

Petugas Beacukai dan Lima Biro Jasa Diperiksa Polda Sumut Terkait Pungli Dwelling Time

Medan | rakyatmedan.com
Tim Khusus (Timsus) Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap petugas Beacukai serta lima perusahaan biro jasa, Kamis (13/10).

Para petugas Bea Cukai yang diperiksa itu berinisial YS, BP, NB, RMS dan P. Sedangkan staf perusahaan biro jasa berinisial PI dan GZ (Biro Jasa PT Modern Plasindo Mutiara), KD dan J (Karyawan Transpac Logistic) serta R, salah satu warga.

Pemeriksaan tersebut terkait pungutan liar (pungli) Dwelling Time atau waktu bongkar muat di Pelabuhan Belawan. Sebelumnya, Timsus juga telah memeriksa Ketua Koperasi Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumut Mafrizal dan tiga orang staf Koperasi.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, dengan diperiksanya petugas Beacukai serta staf dari perusahaan biro jasa itu maka total keseluruhan saksi yang sudah diperiksa hingga saat ini berjumlah 23 orang termasuk 2 orang yang tertangkap tangan beberapa waktu lalu di salah satu café di Kawasan Industri Medan (KIM) berinisial P (27) dan HPM (47).

“Semua saksi yang sudah diperiksa itu totalnya 23 orang. Itu terdiri dari 10 orang diperiksa di Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan 13 diperiksa di Ditreskrimum Polda Sumut,” sebut Nainggolan.

Nainggolan menjelaskan, khusus yang diperiksa di Ditreskrimum Polda Sumut berinisial Ok, ES, SM, DOT, SN, DS, KGS, AN, SPM, M, FHS, HPM dan HMY.

“Ke 13 orang yang diperiksa ini sebahagian berasal dari perusahaan bongkar muat, Koperasi dan organisasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Belawan. Khusus yang diperiksa di Ditreskrimum ini sebahagian berasal dari perusahaan bongkar muat, TKBM, Koperasi dan ada juga dari Beacukai,” sebutnya.

Agenda berikutnya, sambung Nainggolan, penyidik akan memeriksa sejumlah nama lagi dari pihak Beacukai di antaranya Bambang Priyono, Yusro, Rosmita, M Sulaiman dan Dave Yantoba.

“Tetapi perlu diingat, semua yang diperiksa maupun yang akan diperiksa statusnya masihsebagai saksi,” sebutnya.

Selain dari pihak Beacukai, timsus juga akan memeriksa 14 dari 68 perusahaan bongkar muat di Belawan di antaranya, PT Anugrah Lautan Indah, PT Adhi Guna Putra, PT Artha Buana Raya, PT Ariatni Artha Nugraha, PT Anugerah Mitra Cemerlang Abadi, PT Antar Benua Sejati, PT Achomindo Jasa Daya Maritim, PT Tirta Bhumi Amerta, PT Primkokadpel Baruna Barat, PT Berkat Sarana Dermaga Mandiri, PT Arung Niaga Sejahtera, PT Baruna Citra Dermaga, PT Bintang Sepakat dan PT Bahana Mitra Belawan.

“Untuk tahap pertama ini, kita akan periksa dulu 14 perusahaan ini. Dari sini mungkin akan nada keterangan dan informasi lainnya. Sehingga penyidik punya jembatan mencari dan mengidentifikasi sejumlah orang lainnya. Setidaknya untuk tahap awal ini begitulah dulu langkah kerja yang kita lakukan,” terangnya.

Menurut Nainggolan, setelah memeriksa sejumlah saksi itu, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan arah perkara dan status sejumlah orang yang sudah diperiksa.

“Seharusnya memang dalam minggu ini penyidik sudah melakukan gelar perkara. Namun karena sedang melakukan persiapan pisah sambut Kapolda, mungkin gelar perkara kita lakukan pekan depan dan saat ini masih fokus pada pemeriksaan saksi-saksi, termasuk mengumpulkan alat bukti dan menggali kembali informasi di lapangan,” ucap Nainggolan.

Ketika ditanya mengenai adanya informasi penahanan HPM di dalam sel tahanan Polda Sumut mendapat perlakuan khusus dari oknum petugas, mantan Kapolres Nias ini langsung membantahnya.

“Tidak, tidak ada perlakuan khusus. Di dalam sel itu semua sama. Tidak ada sel khusus di situ dan tidak ada yang diistimewakan,” bantah Nainggolan. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya