Raja Thailand Wafat, Putra Mahkota Ditunjuk Sebagai Penerus

Kematian Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di RS Siriraj membuat sejumlah warga menangis histeris, Bangkok, Thailand, Kamis (13/10). Bhumibol meninggal dunia pada usia 88 tahun, setelah sakit dalam beberapa tahun terakhir. (foto reuters: Chaiwat Subprasom)
Kematian Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di RS Siriraj membuat sejumlah warga menangis histeris, Bangkok, Thailand, Kamis (13/10). Bhumibol meninggal dunia pada usia 88 tahun, setelah sakit dalam beberapa tahun terakhir. (foto reuters: Chaiwat Subprasom)

Raja Thailand Wafat, Putra Mahkota Ditunjuk Sebagai Penerus

Bangkok | rakyatmedan.com
Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, pemimpin monarki paling lama di dunia, mangkat pada usia 88 tahun, Kamis (13/10), dan menyisakan pertanyaan tentang siapa figur pemersatu berikutnya di negara yang sering dilanda konflik politik tersebut.

Mangkatnya Bhumibol juga mengakhiri era tujuh dekade kekuasaannya dan membuat masa depan Thailand semakin tak menentu.

Sebagian besar rakyat Thailand tidak mengenal kekuasaan monarki lain dan Adulyadej digambarkan sebagai “sinar pemandu” yang membantu negara itu melewati kekacauan politik, upaya kudeta, dan kerusuhan massal.

“Pada pukul 15:52 dia meninggal dengan damai di Rumah Sakit Siriraj,” kata Biro Rumah Tangga Istana dalam pernyataannya. Waktu Bangkok sama dengan waktu Indonesia barat.

“Meskipun tim dokter telah merawat Beliau dengan segenap kemampuan terbaik mereka, kondisinya tetap memburuk.”

Kelompok massa dalam jumlah besar di luar rumah sakit pun larut dalam suasana duka.

Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha, mantan panglima Angkatan Bersenjata Thailand yang memimpin junta penguasa Thailand, mengatakan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn (64), ditunjuk sebagai pengganti raja.

Sang putra mahkota belum begitu dikenal publik Thailand dan juga tidak sepopuler ayahnya. Dia lebih sering tinggal di luar negeri, terutama Jerman, dan menekuni hobi sebagai pilot dengan menerbangkan sendiri Boeing 737 miliknya.

Prayut mengatakan Thailand akan menggelar masa berkabung selama satu tahun dan semua usaha hiburan wajib mengurangi operasinya selama satu bulan. (rm/afp)

portal berita medan
informatif & terpercaya