Tak Diberi Makan dan Minum, Ayah Kandung dan Ibu Tiri Buang Anaknya di Fly Over Amplas

Chandra Barus.
Chandra Barus.

Tak Diberi Makan dan Minum, Ayah Kandung dan Ibu Tiri Buang Anaknya di Fly Over Amplas

Medan | rakyatmedan.com
Nasib tragis menimpa Chandra Barus. Bocah berusia 9 tahun ini dibuang dan ditinggalkan begitu saja di sekitaran Fly Over Amplas oleh ayah kandungnya Balem Barus dan ibu tirinya Putri Lenta boru Sagala, Jumat (14/10) lalu.

Sejak ditinggal ayah kandung dan ibu tirinya itu, Chandra tak pernah makan dan tak juga minum.

Beruntung, Minggu (16/10) siang, dia ditemukan dua penarik becak, Edi dan Mulyono yang biasa mangkal di sana. Keduanya merasa iba ketika melihat Chandra, yang terlihat kebingungan tak tahu mau ke mana.

Lantas, keduanya memanggil Chandra. Edy dan Mulyono kemudian menanyakan asal usulnya sembari memberi Chandra makan.

Mendengar kisah bocah yang mengenakan kemeja kotak-kotak itu, Edy dan Mulyono memutuskan untuk mengantarkannya ke Polsek Patumbak.

“Pertama, kami tengok dia (Chandra) macam kebingungan gitu. Nggak tau dia di mana. Terus, kami panggil dia. Kami tanya-tanya dia. Jadi, dia (Chandra) bilang kalau dia dibuang dan ditinggal gitu aja sama bapak kandungnya dan mamak tirinya. Terus dia bilang belum makan, kami belikanlah dia makan. Sambil makan, kami tanyai pelan-pelan. Mendengar cerita dia, jadi kami bawa ke mari (Polsek Patumbak) dia. Biar dibantu pak polisi, supaya dia bisa pulang ke rumahnya,” kata Edy dan Mulyono di Mapolsek Patumbak.

Sementara Chandra Barus kepada polisi bercerita, setelah ibu kandungnya meninggal dan ayahnya kawin lagi, dia tinggal bersama opung (nenek)-nya boru Situmorang di Kampung Sonai, Sidikalang, Dairi.

Lantas, tiba-tiba dia dijemput ayah dan ibu tirinya dan untuk dibawa ke rumah orang tuanya itu. Namun, sayangnya Chandra tidak ingat alamat rumahnya. “Aku nggak tahu di mana alamatnya,” akunya polos.

Selama tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya, bukannya bahagia yang diterimanya, melainkan siksaan. Padahal, kata Chandra, dia rajin melakukan pekerjaan rumah, seperti menyapu, cuci piring dan sabagainya.

“Kalau aku lagi main-main, aku dimarahi, dijewer telinga saya, ditampar, dan dipukuli. Bahkan, tanganya pun pernah disayat pakai pisau sama mamak tiriku,” keluhnya.

Terakhir, Jumat (14/10) pagi lalu, Chandra Barus dibawa ayah kandung dan ibu tirinya ke Medan. Namun sesampainya di Simpang Amplas, tepatnya di bawah Fly Over Amplas, tiba-tiba Chandra diturunkan dari angkutan kota (angkot) yang mereka tumpangi.

Alhasil, Chandra tak bisa berbuat banyak. Dia tidak tahu harus pulang ke mana dan menemui siapa. Alhasil, diapun tidur di bawah jembatan layang yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. “Nggak makan, nggak minum. Nggak dikasih uang sama bapak,” katanya lagi.

Sementara itu, petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Patumbak terlihat bingung ketika menyambut kedatangan Chandra.

“Wah ini paling-paling diserahkan ke Komnas Perlindungan Anak,” ucap salah seorang petugas. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya