BKSDA Sumut Sita Buaya Milik Warga

BKSDA Sumut Sita Buaya Milik Warga
Binjai | rakyatmedan.com
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA Sumut) menyita seekor buaya dengan panjang lebih dari empat meter dan berat sekitar 160 kilogram (Kg) dari sebuah kandang milik seorang warga di Jalan AR Hakim, Gang AR Hakim VI, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Senin (17/10).

Proses evakuasi buaya yang dipelihara oleh seorang warga bernama Haris tersebut sempat mengalami kendala. Sebab, jalan menuju rumah Haris berada di dalam gang yang sangat sempit.

Evakuasi yang berlangsung selama dua jam itu pun menggunakan dua pawang buaya. Satwa dilindungi itu kemudian dititip sementara ke ternak buaya di Asam Kumbang.

Kepala Seksi (Kasi) Wilayah II BKSDA Sumut, Herbert Aritonang mengatakan, penyitaan buaya itu dilakukan petugas karena Haris memelihara buaya itu tanpa mengantongi izin. Ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

“Buaya itu dititipkan sementara di penangkaran buaya di Asam Kumbang. Setelah itu, nanti akan diputuskan pimpinan, apakah buaya itu dilepas ke habitatnya atau dipelihara. Satwa ini dilindungi,” katanya.

Haris pemilik buaya menyampaikan, buaya itu dipeliharanya selama 14 tahun. Buaya itu merupakan pemberian dari rekannya. Saat itu, ukuran buaya yang diterimanya masih sekitar 20 centimeter (Cm). Buaya itu dipeliharanya dengan diberi makanan daging.

“Sedih juga karena buaya peliharaan diambil paksa petugas. Padahal, buaya itu sudah saya beri nama Budi. Setiap hari, makanan buaya yang saya berikan adalah bangkai ayam. Makanan buaya itu terkadang saya beli, dan ada juga diberikan warga sekitar,” sebutnya. (rm/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya