Awas, Penyebar Arahan Hoax Kapolri di Medsos Bisa Dijerat UU ITE

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Awas, Penyebar Arahan Hoax Kapolri di Medsos Bisa Dijerat UU ITE

Jakarta | rakyatmedan.com
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyebut penyebaran arahan hoax Kapolri bisa dijerat UU ITE. Berita bohong itu berisi arahan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait pemeriksaan Amien Rais.

“Itu dapat dikategorikan menyebarkan rangkaian kata-kata bohong yang melanggar UU ITE,” kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (18/10).

Boy menegaskan, hingga saat ini penyebar berita bohong itu masih dicari. Polisi akan membuka siapa pelakunya setelah penyelidikan selesai.

Jenderal bintang dua itu mengingatkan masyarakat tidak lagi menyebar sesuatu yang tidak benar. Hal itu bertentangan dengan hukum negara. Apalagi, hal-hal semacam itu menyesatkan publik.

“Dan itu tentu adalah sesuatu yang tidak dibenarkan oleh hukum,” ucap Boy.

Sebelumnya, arahan Kapolri dalam slide power point berupa pemeriksaan terhadap Amien Rais yang ikut berunjuk rasa menolak Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), beredar di sosial  media. Tak hanya berada di antara pendemo, Amien ikut berorasi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat 14 Oktober.

Amien meminta pihak berwenang segera menangkap Ahok karena diduga menistakan agama melalui surat Al Maidah ayat 51. Hal itu disampaikan Ahok dalam pidato di Kepuluan Seribu.

Ahok sudah meminta maaf soal ini. Ia mengaku tak bermaksud menyinggung agama mana pun. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya