Presiden Yaman Sepakat Gencatan Senjata 72 Jam

Konflik di Yaman yang tewaskan ribuan warga sipil dan hancurkan bangunan (Foto: AFP)
Konflik di Yaman yang tewaskan ribuan warga sipil dan hancurkan bangunan (Foto: AFP)

Presiden Yaman Sepakat Gencatan Senjata 72 Jam

Sana’a | rakyatmedan.com
Gencatan senjata selama 72 jam diumumkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman dan berlaku mulai pekan ini.

PBB berharap gencatan senjata yang baru saja diumumkan ini adalah awal dari penyusunan untuk perdamaian baru Yaman.

“Gencatan senjata akan dimulai pada 19 Oktober, pukul 23.59 waktu Yaman. Sementara 72 jam, namun bisa diperpanjang,” kata utusan PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, Selasa (18/10).

Pengumuman ini datang setelah Presiden Yaman, Abedrabbo Mansour Hadi menyetujui gencatan senjata, setelah organisasi-organisasi menyerukan penghentian permusuhan tersebut.

Tak hanya utusan dari PBB, namun utusan dari Amerika Serikat dan Inggris pun datang ke Yaman untuk sama-sama menyatakan gencatan senjata.

Ahmed pun mengatakan bahwa ia telah berkomunikasi dengan negosiator di bawah pimpinan Houthi dan pemerintah Hadi.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry pun telah bertemu dengan utusan PBB, Inggris, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di London untuk membahas konflik Yaman.

“Ini adalah waktu untuk menerapkan gencatan senjata tanpa syarat dan kemudian pindah ke meja perundingan,” kata Kerry.

Usaha gencatan senjata sebelumnya memang dinilai gagal. Pasalnya, perang selalu meledak di tengah-tengah gencatan senjata sedang diberlakukan.

Konflik di Yaman telah menewaskan hampir 7.000 orang dan melukai puluhan ribu warga sipil lainnya. Menurut PBB, pengungsi asal Yaman juga telah melonjak hingga tiga juta orang sejak Maret lalu.

Konflik di Yaman berlangsung antara pasukan pemerintah yang didukung koalisi Saudi melawan pemberontak Houthi yang disokong Iran. Pemberontak menguasai ibu kota Yaman pada September 2014 (rm/afp).

portal berita medan
informatif & terpercaya