Dianggap Mengandung Daging Anjing, Restoran di Malaysia Diancam Tutup

Gerai yang menjual hot dog di Malaysia terancam ditutup karena dianggap menjual makanan tak halal (Foto: BBC)
Gerai yang menjual hot dog di Malaysia terancam ditutup karena dianggap menjual makanan tak halal (Foto: BBC)

Dianggap Mengandung Daging Anjing, Restoran di Malaysia Diancam Tutup

Kuala Lumpur | rakyatmedan.com
Pemerintah Malaysia menyerukan kepada semua rumah makan cepat saji ala Amerika Serikat untuk menghilangkan atau setidaknya mengganti nama makanan Hot dog dari daftar menu mereka.

Departemen Pengembangan Islam Malaysia telah meminta kepada perusahaan restoran AS untuk menghapus kata “anjing” dari menu, dan menyarankan nama untuk daging sosis yang terbungkus roti pretzel dengan disebut ‘Pretzel Sausage,’ sebagai bagian dari syarat untuk memperoleh sertifikasi halal berdasarkan hukum Islam, karena anjing dianggap haram dalam Islam.

“Lebih tepat untuk menggunakan nama Pretzel Sausage,” kata Direktur Departemen Halal, Sirajuddin Suhaimee, kepada media setempat, seperti dilansir ABC News, Rabu (19/10).

Auntie Anne, salah satu restoran ala Amerika telah memberitahu kepada pejabat Islam di Malaysia, terkait makanan Pretzel Dog yang populer, meskipun ada kata ‘dog’ atau ‘anjing’ namun tidak mengandung daging anjing.

Kebijakan pemerintah ini tidak mengherankan karena meningkatnya sikap konservatif dari mayoritas Muslim di Malaysia.

Berbagai macam produk yang telah disertifikasi halal, mulai dari air mineral hingga produk rumah tangga, untuk menarik konsumen Muslim, yang menguasai sekitar 60 persen pasar di negara itu, atau sekitar 30 juta orang.

Auntie Anne mengatakan, akan memenuhi permintaan pemerintah Malaysia tersebut. Pejabat eksekutif halal, Farhatul Kamilah, pada halaman Facebook-nya mengatakan, bahwa Auntie Anne telah mengusulkan beberapa nama baru dalam menu mereka dan sedang menunggu persetujuan Departemen Pengembangan Islam.

Tidak hanya Auntie Anne, gerai makanan cepat saji lain yang menjual hot dog juga menghadapi aturan serupa. Restoran cepat saji A&W, sebelumnya memperoleh sertifikasi halal di Malaysia. Sebagai syaratnya, A&W mengganti nama root beer-nya yang terkenal dengan hanya menyebut RB pada menunya, dan menu Hot Dog Coneys and Frank, dengan disingkat menjadi Frankfurters atau sosis.

portal berita medan
informatif & terpercaya