Tiga Pemuda Jadi Korban Pemalakan di Fly Over Amplas

Salah seorang korba pemalakan, Ramadhani saat di ruang SPKT Polsek Patumbak.
Salah seorang korba pemalakan, Ramadhani saat di ruang SPKT Polsek Patumbak.

Tiga Pemuda Jadi Korban Pemalakan di Fly Over Amplas

Medan | rakyatmedan.com
Tiga Pemuda menjadi korban pemalakan dibawah jembatan layang atau Fly Over Amplas, Selasa dinihari (18/10).

Mereka adalah Angga (21) asal Tebingtinggi, Ade (22) asal Kisaran dan Ramadhani (25) asal Dolok Masihul, dipalak ‘preman setempat’

Kejadian yang tak pernah disangka-sangka ketiga pemuda itu, berawal saat ketiganya datang ke Medan, tepatnya di Jalan Brigjen Katamso Medan, karena mendapat info dari jejaring sosial facebook mengenai adanya lowongan pekerjaan di bidang elektronik.

Sesampainya di lokasi, ternyata lowongan yang ditawarkan berbeda dengan apa yang mereka prediksi sebelumnya. Mereka malah ditawari untuk bergabung di Multi Level Marketing (MLM) Q Net. Mendengar itu, merekapun ogah bergabung.

Malam itu juga mereka memutuskan pulang ke kampung halaman masing-masing dengan menumpang angkutan kota (angkot) jurusan Terminal Amplas. Karena niat hati, dari Terminal Amplas mereka akan menyambung dengan angkot lain tujuan kampung halaman ketiganya.

Sesampainya di bawah Fly Over Amplas, Selasa (18/10) dinihari, sekira pukul 01.00 WIB, ketiganya pun turun dari angkot untuk menyambung angkot lainnya. Angkot yang ditunggu tak kunjung datang. Malah, yang datang menemui mereka adalah 3 ‘preman kampung’.

“Pas nunggu angkot, kami didatangi 3 orang. Kami nggak kenal, mereka bilang preman situ (Amplas). Kami dituduh perampok sama orang itu, terus kami dibawa terpisah,” kata Angga, salah satu korban kepada wartawan di Mapolsek Patumbak, Rabu (19/10).

Setelah itu, korban lainnya, Ade menimpali, dia dibawa ke jembatan di Jalan Damai, sementara 2 rekannya Angga (21) dan Ramadhani (25) dibawa ke perbatasan Medan-Tanjungmorowa.

“Di situ (jembatan Jalan Damai), saya dipaksa untuk menyerahkan handphone (HP) dan uang. Habis itu, yang ngompas (malak) aku pergi gitu aja,” ujarnya.

Beruntung, tak berapa lama Patroli Polsek Patumbak lewat. Melihat itu, Ade langsung meminta pertolongan kepada petugas patroli tersebut. “Untung ada pak polisi, saya panggil dan saya ceritakan kejadiannya,” imbuhnya lagi.

Sementara di tempat terpisah (perbatasan Tanjungmorawa), Angga dan Ramadhani sempat melawan ketiga ‘preman kampung’ yang membawa mereka. Karena ternyata, pelaku pemalakan yang sebelumnya mengompas Ade menemui kedua rekannya yang lain untuk memalak dua korban lainnya.

Adu pukul pun terjadi antara kedua korban dan ketiga pelaku. “Aku herannya bang, banyak orang di kedai dekat situ, tapi nggak ada yang nolong kami,” ucap Angga yang diamini Ramadhani.

Untungnya, di tengah sengitnya perkelahian kedua korban dan ketiga pelaku itu, Ade yang bersama petugas patroli Polsek Patumbak tiba di lokasi kejadian. Kedatangan polisi itu, membuat ketiga ‘preman kampung’ itu kelabakan dan berusaha melarikan diri.

Dua dari ketiga pelaku berhasil kabur, sementara satu pelaku lainnya, Roy tak seberuntung kedua rekannya. Dia berhasil dibekuk petugas Patroli Polsek Patumbak.

“Semalam (Selasa) kawanku, Angga sama Ade sudah dimintai keterangan sama polisi. Saya hari ini (kemarin),” kata Ramadhani.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi menyatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap 2 pelaku lainnya.

“Kita lagi mengejar dua pelaku lainnya,” kata Ferry singkat. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya