Tiga Pengoplos Gas Subsidi di Marelan Ditangkap

Wadir Reskrimum Poldasu, AKBP Enggar Pareanom didampingi Katimsus AKBP Sandy Sinurat memaparkan tersangka dan barang bukti.
Wadir Reskrimum Poldasu, AKBP Enggar Pareanom didampingi Katimsus AKBP Sandy Sinurat memaparkan tersangka dan barang bukti.

Tiga Pengoplos Gas Subsidi di Marelan Ditangkap

Medan | rakyatmedan.com
Tim Khusus (Timsus) Ditreskrimum Polda Sumut menangkap tiga pelaku pengoplos tabung gas subsidi 3 kg menjadi 12 kg non subsidi dalam sebuah penggrebekan, Selasa (18/19) malam.

Dari lokasi penangkapan di Pasar I Rel, Gang Serbajadi, Lingkungan VI, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, polisi mengamankan 146 tabung gas terdiri 103 tabung gas subsidi 3 kg, 43 tabung 12 kg dan 12 buah regulator alat pemindah tabung gas.

Dari ratusan tabung yang disita itu, 39 di antaranya masih berisi dan 64 tabung lainnya sudah kosong. Turut diamankan 1 unit pick up Daihatsu Grand Max BK 9306 CJ ke Mapoldasu.

Wadir Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Enggar Parianom didampingi Katimsus Ditreskrimum AKBP Sandy Sinurat kepada wartawan mengatakan, pihaknya menangkap tiga tersangka masing-masing Sucipto (37) selaku pemilik rumah, Budi Hardiansyah alias Budi (34) berperan sebagai pelansir sekaligus penjual tabung gas dan Hermanto alias Herman (34) selaku operator pemindah gas dari tabung 3 kg ke 12 kg.

“Jadi modus pelaku pengoplosan ini memindahkan gasnya melalui regulator alat pemindah tabung gas sederhana dengan cara melaga moncong tabung gas 3 kg ke tabung 12 kg,” jelas AKBP Enggar, Rabu (19/10).

Sementara AKBP Sandy Sinurat menambahkan, hasil penyelidikan diketahui kalau tersangka sudah melakukan praktik oplosan ini selama 4 bulan dan tersangka juga tidak memiliki izin atau bukan pangkalan gas.

“Tersangka menjualnya masih di seputaran Medan dan mereka juga mengaku kalau memperoleh tabung gas bersubsidi ini dari pedagang,” jelasnya.

Sementara tersangka Sucipto saat ditanya wartawan mengaku hanya memperoleh untung Rp20 ribu dari satu tabung 12 kg non subsidi yang dijualnya.

“Kami hanya jual Rp100 ribu pertabung makanya cuma dapat untung Rp20 ribu,” akunya singkat.

AKBP Sandy Sinurat turut mengimbau agar masyarakat jangan bermain oplosan gas seperti ini karena kasus oplosan gas merupakan atensi pemerintah.

“Poldasu akan menindak tegas karena kasus ini merupakan salah satu atensi pemerintah dengan dikenakan UU Migas,” tegasnya. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya