Disekolahkan, Dua Pelajar Malah Curi Harta Orangtua Asuh

Harman Giawa (16) dan Tema Zatulo Giawa (18)
Harman Giawa (16) dan Tema Zatulo Giawa (18).

Disekolahkan, Dua Pelajar Malah Curi Harta Orangtua Asuh

Medan | rakyatmedan.com
Ibarat mengasuh anak harimau, ungkapan itu ditujukan buat Timbang Sianipar (74) warga Jalan Sei Serayu No. 43 Kelurahan Babura Kecamatan Medan Sunggal. Betapa tidak, dua orang anak yang telah dibantu, diasuh dan disekolahkannya, malah membalasnya dengan mencuri harta bendanya.

Korban yang kecewa dengan perbuatan dua anak asuhnya, lalu melaporkan kasus pencurian ini ke Polsek Sunggal. Akibatnya, dua tersangka yang masih berstatus pelajar itu, Harman Giawa (16) dan Tema Zatulo Giawa (18) diciduk polisi, dan kini mendekam di sel tahanan.

Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri, Minggu (23/10), menjelaskan kedua pelajar ini ditangkap setelah pihaknya menerima laporan kasus pencurian yang dialami korban, Timbang Sianipar.

“Kedua tersangka adalah abang adik yang tinggal di rumah korban dan disekolahkan. Namun saat korban sedang tidak di rumah pelaku mengambil uang dari laci lemari korban secara bertahap, sedangkan kunci laci lemari tersebut di dapat tersangka dari dibawah baju yang ada dalam lemari tersebut,” kata Daniel.

Usai menerima laporan korban yang diketahui pensiunan Angkatan Darat (AD) berpangkat Letkol ini, kata Daniel, pihaknya lalu melakukan penyelidikan dan memboyong kedua tersangka ke Polsek Sunggal untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Saat diinterogasi keduanya mengakui perbuatannya, dari penangkapan itu turut diamankan barang bukti, uang tunai Rp13.7 Juta, 1 unit hp samsung warna putih, 1 unit hp samsung android, 3 potong baju, 1 potong celana jeans, dan 1 pasang sepatu,” katanya.

Diketahui, kedua tersangka yang merupakan abang beradik ini, sudah dua tahun diasuh oleh korban. “Sekitar dua tahun yang lalu kedua tersangka tinggal di daerah padang bulan di rumah teman dari istri korban. Kemudian teman dari istri korban tersebut menceritakan bahwa kedua tak putus sekolah karena tidak mampu. Dan karena kasihan maka istri korban mau menyekolahkan,” ujar Daniel.

Namun sial, air susu dibalas air tuba, kebaikan korban malah dibalas dengan aksi kejahatan yang dilakukan oleh kedua tersangka yang tega mencuri harta benda milik orangtua asuhnya.

“Keduanya dijerat dengan Pasal 363 Kuhpidana dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara,” tandasnya.

Sementara itu menurut pengakuan Tema di Polsekta Sunggal menyebutkan ia nekat mencuri karena ingin memiliki barang-barang bagus seperti yang dipakai oleh teman-teman sekolahnya.

“Ya aku kepingin pak punya barang bagus kayak teman-teman sekolah. Uang darimana, ya terpaksalah mencuri pak. Tapi uangnya belum kami belanjakan pak. Uangnya masih utuh,” katanya. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya