Kasus Pengoplosan Gas, Polda Sumut Periksa Delapan Karyawan PT GAS

Wadir Reskrimum Poldasu, AKBP Enggar Pareanom didampingi Katimsus AKBP Sandy Sinurat memaparkan tersangka dan barang bukti.
Wadir Reskrimum Poldasu, AKBP Enggar Pareanom didampingi Katimsus AKBP Sandy Sinurat memaparkan tersangka dan barang bukti.

Kasus Pengoplosan Gas, Polda Sumut Periksa Delapan Karyawan PT GAS

Medan | rakyatmedan.com
Penggerebekan lokasi pengoplosan tabung gas 3 Kg bersubsidi ke non subsidi, masih terus didalami penyidik Subdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut. Hingga saat ini, sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.

“Masih dikembangkan kasusnya. Delapan orang karyawan perusahaan pengoplos gas sudah kami periksa,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa (25/10).

Soal pemanggilan terhadap oknum yang disebut sebagai pemilik PT Gas Antar Santara (GAS), Rina belum bisa memastikannya.

Menurut mantan Kapolres Binjai tersebut, belum ada keterangan atau bukti yang mengindikasikan adanya keterlibatan orang lain dalam kasus pengoplosan gas bersubsidi itu. Penyidik masih menetapkan seorang tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT GAS.

“Belum ada mengarah ke sana. Penyidik masih menetapkan satu orang tersangka,” tegas Rina.

Untuk diketahui, sebelumnya petugas Subdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut menggerebek PT GAS yang berada di Jalan Sei Belutu, Pasar IX, No 46 Lingkungan I B, Kelurahan Padang Bulan Selayang, Kecamatan Medan Selayang, karena melakukan praktik pemindahan gas bersubsidi ke non subsidi.

Modus operandinya memindahkan LPG bersubsidi isi 3 Kg ke LPG non subsidi ukuran 12 Kg dan 50 Kg. PT GAS juga menyalahgunakan kuota penyaluran LPG yang seharusnya untuk distribusi wilayah Deliserdang.

Gas subsidi diubah menjadi non sub subsidi, lalu dijual ke pasar bebas (non subsidi) dengan maksud melipat gandakan keuntungan di luar ketentuan yang berlaku. Setiap harinya, PT GAS memperoleh subsidi 800 tabung gas 3 kg.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan seorang tersangka atas nama Asido Sitanggang (46), warga Jalan Sikambing Gang Pattimura No. 30 BB, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah, yang bertindak sebagai Direktur Utama (Dirut) PT GAS. Saat penggerebekan berlangsung, para pekerja tidak bisa menunjukkan izin usaha. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya