Inter Vs Torino: Laga Hidup Mati De Boer

Frank De Boer terancam dipecat Inter Milan apabila takluk dari Torino di pekan ke-10 Serie A (Foto AFP: Giuseppe Cacace)
Frank De Boer terancam dipecat Inter Milan apabila takluk dari Torino di pekan ke-10 Serie A (Foto AFP: Giuseppe Cacace)

Inter Vs Torino: Laga Hidup Mati De Boer
Milan | rakyatmedan.com
Pelatih Inter Milan, Frank De Boer berada di situasi yang sulit jelang pertandingan melawan Torino di Giuseppe Meazza, Kamis (27/10) dinihari nanti. Mantan pelatih Ajax Amsterdam itu dalam tekanan menyusul hasil buruk Inter yang tidak menang dalam empat laga Serie A, bahkan tiga laga terakhirnya berujung kekalahan.

Isu pemecatan pun mewarnai laga nanti sebagai yang ke-13 De Boer bersama Inter di semua kompetisi. Kendati demikian, pelatih kelahiran Hoorn, Belanda, itu berupaya tetap tenang dan memilih fokus untuk melawan Torino.

Kemenangan menjadi harga mati untuk De Boer, jika tidak ingin rapor merah di hadapan manajemen Inter dan grup Suning sebagai pemilik baru klub berlanjut. Sampai saat ini, I Nerazzurri, julukan Inter, masih berada di posisi ke-14 klasemen hasil meraih tiga kemenangan dalam sembilan pertandingan.

“Klub menyadari kesulitan-kesulitan ini, dan saya pikir, mengganti pelatih tidak akan menyelesaikan satu dari persoalan yang ada. Bahkan, jika saya tiba lebih awal, saya akan membangun Inter dengan cara yang sama, memahami apa kekuatan dan kelemahan kami,” kata De Boer.

Bagi pelatih 46 tahun ini, semua pihak perlu bersatu untuk mengembalikan situasi menjadi normal. Menurut De Boer, kesulitan yang ada hanya masalah waktu, sebelum banyak hal berubah. Tetapi, saudara kandung Ronald De Boer ini menyadari, tidak ada banyak waktu dalam sepak bola.

“Inter belum memenangkan gelar apa pun selama lima tahun atau lebih. Dan jelas Anda perlu waktu, klub tahu itu. Tapi kami yakin bisa melewati ini,” De Boer menegaskan.

Sementara, di kubu lawan, pelatih Torino, Sinisa Mihajlovic tidak akan menganggap remeh Inter yang tengah bermasalah. Mihajlovic juga meminta pemainnya untuk tetap waspada meski posisi mereka berada di peringkat kelima, jauh di atas Inter. Selain itu, tuan rumah akan kehilangan gelandang Gary Medel yang mendapat larangan bermain.

“Pertandingan nanti akan sulit, karena Inter akan bermain seperti di final. Kami harus menghadapinya dengan hati-hati, karena sebelum Juventus mengalami krisis, Inter mampu menang atas mereka,” ucap Mihajlovic. (rm/l6)

portal berita medan
informatif & terpercaya