Pembersihan Lapak PK5 Jalan Perjuangan Ricuh

Petugas Satpol PP saat aksi pembersihan lapak pedagang kaki lima (PK5) di Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat, Rabu (26/10).
Petugas Satpol PP saat aksi pembersihan lapak pedagang kaki lima (PK5) di Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat, Rabu (26/10).

Pembersihan Lapak PK5 Jalan Perjuangan Ricuh

Medan | rakyatmedan.com
Aksi pembersihan lapak pedagang kaki lima (PK5) yang dilakukan petugas Satpol PP di Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat sempat ricuh, Rabu (26/10).

Sejumlah warga setempat beserta preman yang selama ini menerima keuntungan dari para pedagang menolak pembersihan yang dilakukan. Bahkan, mereka sempat mengejar Kasatpol PP, M Sofyan yang memimpin aksi pembersihan dengan sajam dan celurit.

Namun aksi  sejumlah warga dan preman ini berhasil dihentikan oleh sekitar 150 petugas Satpol PP  beserta Camat Medan Perjuangan, Dedi Jaminsyah Putra Harahap beserta lurah.

Meski sempat diwarnai dengan perlawanan dari sejumlah warga plus preman namun pembersihan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB terus berlanjut.
Seluruh papan yang digunakan untuk menutup permukaan parit sebagai lapak para PK5 berjualan selama ini pun dibongkar.

Pembersihan lapak para PK5 ini dilakukan secara mendadak, sehingga mengejutkan warga sekitar, terutama mereka yang selama ini mendapatkan keuntungan dari para PK5.

Sebelum pembersihan ini dilakukan, petugas Satpol PP telah melakukan penertiban sejak Selasa dinihari (18/10). Penertiban ini membuat para PK5 angkat kaki dan memilih menggelar lapak di kawasan Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC), Jalan Pancing Medan.

Untuk menghindari PK5 kembali berjualan di seputaran Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat, maka Satpol PP dibantu SKPD terkait seperti Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, jajaran Kecamatan Medan Perjuangan pun melakukan pembersihan.

Dengan mengerahkan 2 unit alat berat milik Dinas Bina Marga dan sejumlah truk, pembersihan pun dilakukan. Di tengah pembersihan berlangsung, sejumlah warga beserta preman datang menolak keras pembongkaran yang dilakukan.

Selain sajam dan celurit,  mereka juga ada yang membawa linggis untuk mem-pressure petugas Satpol PP. Malah ada warga dan preman yang mengejar Kasatpol di saat tengah memberikan komando dan instruksi melakukan pembongkaran.

Anggota Sofyan pun tak tinggal diam, mereka pun langsung datang dan memberikan pengamanan. Bersamaan itu Camat Medan Perjuangan datang menengahi dan melerai sehingga pertikaian pun berhasil dihentikan.

Meski mendapat ancaman namun Sofyan tidak ciut sedikit pun, mantan Camat Medan Area ini terus memerintahkan anggotanya untuk membongkar seluruh papan maupun broti yang digunakan sebagai lapak berjualan para PK5 di atas permukaan parit.

Selanjutnya seluruh papan dan broti hasil bongkaran itu diangkut menggunakan truk dan selanjutnya dibawa menuju Mako Satpol PP Kota Medan Jalan Adinegoro Medan.

Aksi petugas Satpol PP ini mendapat apresiasi penuh dari sebagian besar warga Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat. Sebab, mereka selama ini sudah resah atas kehadiran para PK5.

Tidak hanya menimbulkan kesemrawutan, para PK5 beserta dagangannya juga menyebabkan kemacetan sehingga mengganggu kenyamanan para warga sekitar maupun pengguna jalan ketika melintas. Yang lebih parah lagi,kehadiran PK5 ini membuat warga yang beragama Islam kesulitan melaksanakan shalat Subuh berjemaah di masjid karena terhalang pedagang.

Begitu juga dengan warga yang beragama Kristen, mereka pun terhalang memasuki gereja karena para PK5 masih menggelar lapak sampai sampai menjelang siang.

Kondisi ini diperparah lagi dengan ulah para pedagang yang menjadikan parit-parit yang ada di sekitar kawasan itu menjadi WC umum.

“Pembersihan ini kita lakukan untuk menata kembali kawasan Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat. Sebab, kawasan ini memang bukang tempat berjualan. Jika mereka (PK5) ingin berjualan,  kita (Pemko Medan) telah memiliki banyak pasar, termasuk Pasar Induk Lau Cih di Kecamatan Medan Tuntungan,” kata Sofyan.

Selanjutnya Sofyan menegaskan, dirinya tidak akan mundur sedikit pun dalam melakukan penertiban maupun pembersihan sekalipun mendapatkan ancaman serius dari sejumlah warga dan preman.

“Penertiban ini akan terus kita lakukan sehingga para PK5 tidak berjualan kembali. Untuk itu kawasan ini (Jalan perjuangan dan Jalan Rakyat) akan terus kita awasi!” tegasnya. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya