Protes Penghancuran Tempat Diskusi, 24 Mahasiswa UMSU Dipecat

Massa dari Aliansi Mahasiswa UMSU berdemo tuntut keadilan bagi teman mereka.
Massa dari Aliansi Mahasiswa UMSU berdemo tuntut keadilan bagi teman mereka.

Protes Penghancuran Tempat Diskusi, 24 Mahasiswa UMSU Dipecat

Medan | rakyatmedan.com
Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara (AMSU) berunjuk rasa di Kantor Kopertis 1 Jalan Setia Budi, Pasar II, Gang Sempurna Medan, Kamis (27/10).

Aksi ini menyusul pemecatan 24 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan skorsing satu mahasiswa Jurusan Geografi Universitas Negeri Medan (Unimed).

Massa mengecam tindakan kampus yang represif terhadap mahasiswa. Pihak kampus, kata mahasiswa, sengaja menutup ruang-ruang demokrasi dengan menghancurkan Pondok Diskusi, tempat mahasiswa berdiskusi, di dalam kampus. Bahkan, mahasiswa yang menolak tindakan itu dipecat secara sepihak.

“Kampus dengan sengaja menutup ruang-ruang demokrasi. Mahasiswa melakukan demo malah di DO (dikeluarkan). Apakah seperti ini namanya demokrasi,” kata Boy, salah seorang mahasiswa ketika berorasi.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa poster yang berisi kalimat kecaman. Massa juga sempat beraksi longmarch dari Universitas Sumatera Utara (USU) menuju Kantor Kopertis Wilayah 1. Aksi massa pun membuat arus lalu lintas macet.

Kedatangan mereka meminta ke Kopertis untuk mengklarifikasi pemecatan 24 mahasiswa UMSU karena melakukan demonstrasi. Tak lama berorasi, massa langsung dijumpai Koordinator Kopertis Wilayah 1 Prof. Dian Armanto. Dia mengatakan akan membuat surat ke UMSU untuk melakukam pertemuan.

“Kita meminta waktu hingga minggu depan untuk menyurati pihak UMSU. Apapun keputusannya, harus kita hargai,” ucapnya.

Dian menyarankan agar mahasiswa menyampaikan permasalahan mereka ke DPR. Pasalnya, Kopertis tidak bisa mengintervensi kampus secara langsung. Peraturan itu ada dalam UU Nomor 184 Tahun 2001 tentang Otonomi Kampus.

“Kan banyak jalan, ini salah satu bentuk demokrasi. Kalau bisa mahasiswa ini ke DPR dan ke PTUN. Kan itu juga salah satu sarana demokrasi juga. Urusan soal akademis itu sudah menjadi kebijakan kampus swasta. Jadi, kami dengan kampus swasta itu sifatnya hanya berkoordinasi,” kata dia.

Sebanyak 24 mahasiswa UMSU dikeluarkan karena berdemonstrasi mempertanyakan penghancuran pondok diskusi di kampus. Aksi yang dilakukan selama beberapa hari itu berujung bentrok antara mahasiswa dengan pihak kampus. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya