Minta Uang Tebusan BPKB, Oknum Polsek Percut Sei Tuan Terjaring OTT

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Minta Uang Tebusan BPKB, Oknum Polsek Percut Sei Tuan Terjaring OTT

Medan | rakyatmedan.com
Penyidik Polsek Percut Sei Tuan, Bripka MA diamankan petugas Pengamanan Internal (Paminal) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungli, Kamis (27/10) di ruang kerjanya, setelah menerima uang Rp1 juta, untuk mengambil jaminan BPKB dari orangtua pelaku pencurian.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Rycko Amelza Dahniel, menanggapi serius diamankannya penyidik Polsek Percut Sei Tuan Bripka MA diduga melakukan pungutan liar (pungli).

“Tidak ada toleransi bagi anggota polisi yang tertangkap tangan melakukan pungli, pasti akan diproses secara hukum maupun etika profesi,” tegasnya usai Sholat Ashar di Masjid Nurul Falah, Mapolrestabes Medan, Jumat (28/10) petang.

Menurutnya, hukuman itu pasti akan dilakukan. Apalagi sekarang pungli sedang menjadi perhatian secara nasional. Bahkan telah dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016 tentang pembentukan tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) di tempat-tempat pelayanan publik, termasuk kepolisian.

Dengan adanya Perpres tersebut, bilangnya, secara institusional, kepolisian harus segera melakukan pembersihan, menunjukkan adanya upaya perbaikan dengan memastikan tidak ada lagi pungutan liar (pungli).

“Saya sudah tegaskan, tidak boleh lagi ada pungli di seluruh pelayanan seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan semua bentuk pelayanan keamanan,” tegasnya.

Sedangkan secara mekanisme, lanjut Kapolda, pihaknya memberdayakan pengawasan internal yang ada, Propam khususnya. Demikian pula ketika disinggung hukuman bagi anggota polisi yang tertangkap mengedarkan narkotika, Kapolda memastikan hukuman tegas bakal diberikan.

“Setiap anggota yang tertangkap karena mengedarkan narkotika, hukumannya jauh lebih berat. Bisa dipecat, karena itu pidana,” tutupnya. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya