Satgasus OTT Tiga Pengurus Koperasi TKBM Belawan, Rp300 Juta Diamankan

Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Tim Satgasus Dwelling Time memaparkan barang bukti.
Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Tim Satgasus Dwelling Time memaparkan barang bukti.

Satgasus OTT Tiga Pengurus Koperasi TKBM Belawan, Rp300 Juta Diamankan

Medan | rakyatmedan.com
Tiga orang pengurus koperasi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Upaya Karya di Pelabuhan Belawan ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) praktik pungutan liar (pungli) oleh tim Gabungan Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Mabes Polri dan Poldasu. Dari tangan para tersangka diamankan barangbukti uang tunai sebesar Rp300 juta.

Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel didampingi, Wakasatgas, Brigjen Pol Heri Nahak, Dirkrimsus Poldasu, Kombes Pol Toga H Panjaitan, Dirkrimum, Kombes Pol Nurfallah dan Kabid Humas, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, pengungkapan OTT ini hasil penyelidikan bersama selama dua minggu.

Para tersangka terlibat dalam tindakan pemerasan dengan modus meminta sejumlah uang pada pemilik barang untuk melakukan proses bongkar muat.

Padahal, sambung Rycko, pada praktiknya tenaga kerja bongkar muatnya tidak ada. Apalagi untuk barang-barang tertentu seperti CPO dan kendaraan yang memang tidak memerlukan banyak tenaga untuk menurunkannya dari kapal.

“Ini bukan termasuk dwelling time. Ini masuk ke ranah tindak pidana pemerasan dengan cara meminta sejumlah uang pada pemilik barang. Padahal dalam prosesnya malah pemilik barang yang menyediakan peralatan dan orangnya,” jelasnya.

Selain ketiga tersangka, tim juga sedang melakukan penyelidikan dugaan keterlibatan oknum otoritas pelabuhan dan Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Belawan. Pihaknya menjamin akan ada tersangka lainnya yang terlibat dalam kasus ini.

“Tim juga sedang menyelidiki keterlibatan pihak otoritas pelabuhan. Untuk ketua koperasinya juga masih kita selidiki,” ucapnya.

Sementara Wakasatgasus Brigjen Pol Heri Nahak menambahkan, hasil penyelidikan tim selama beberapa waktu menemukan adanya kejanggalan dalam proses bongkar muat di Pelabuhan Belawan. Praktik di lapangan, pengurus koperasi meminta biaya pada perusahaan dalam proses bongkar muat.

Padahal, pihak perusahaan telah menyediakan tenaga/buruh bongkar sendiri. Dari sini tim langsung melakukan OTT pada pengurus Koperasi TKBM.

“Barang bukti Rp300 juta ini hasil pembayaran 9 perusahaan bongkar muat ke Koperasi TKBM Pelabuhan Belawan,” tukasnya. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya