Dua Anggota OKP Diringkus Polisi Saat Pungli Truk

Kedua tersangka, Bayu Anggara anak PP (sebelah kanan), Putra Anak SPTI/KSPSI (sebelah kiri) diapit dua petugas Polsek Patumbak.
Kedua tersangka, Bayu Anggara anak PP (sebelah kanan), Putra Anak SPTI/KSPSI (sebelah kiri) diapit dua petugas Polsek Patumbak.

Dua Anggota OKP Diringkus Polisi Saat Pungli Truk

Medan | rakyatmedan.com
Dua anggota Organisasi Kepemudaan (OKP) diringkus petugas kepolisian saat melakukan pungutan liar (pungli) kepada truk yang melintas.

Mereka adalah Bayu Anggara (24) warga Patumbak Kampung, Pasar 5, Dusun 2 Kecamatan Patumbak (anggota Pemuda Pancasila) dan temannya Putra (27) warga Desa Lantasan Lama, Pasar 4 Kecamatan Patumbak (anggota SPTI/KSPSI).

Keduanya diringkus Tim Reskrim Polsek Patumbak saat meminta uang kepada dua sopir truk yang mengangkut hewan ternak di Jalan Pertahanan Patumbak, Desa Lantasan Lama, Rabu (26/10) siang lalu.

“Jadi kedua tersangka tertangkap tangan langsung oleh anggota kita saat lakukan pungutan liar pada dua sopir truk yang mengangkut hewan ternak yang akan diantarkan ke PT Indofarm di Desa Lantasa Baru,” jelas Kapolsek Patumbak, AKP Afdhal Junaidi didampingi Kanit Reskrim AKP Ferry Kusnadi di Mapolsek Patumbak, Selasa (1/11).

Afdhal mengungkapkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan seorang pengusaha angkutan bernama Sahari, warga Bajak IV Amplas yang resah dengan kegiatan pungli yang dilakukan preman setempat saat truknya melintas di Jalan Pertahanan Patumbak.

Dari laporan tersebut Tim Reskrim Polsek Patumbak langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, tim menciduk kedua tersangka saat melakukan pungutan kepada dua oupir truk dengan meminta uang Rp10 ribu persatu truk dengan memberikan kwitansi lengkap dengan stempel organisasi masing-masing.

Senada dengan Afdhal, Kanit Reskrim AKP Ferry Kusnadi menjelaskan, setelah ditangkap, keduanya langsung digelandang ke Mapolsek Patumbak dengan barang bukti 1 blok kwitansi bersetempel Pemuda Pancasila (PP) dan 1 blok kwitansi bersetempel SPTI/KSPSI dan sejumlah uang tunai Rp100 ribu yang diduga hasil pungli.

“Untuk perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 368 tentang pungli dengan ancaman 9 tahun penjara,” kata Ferry.

“Jadi kita bekerja meneruskan perintah kapolri untuk melakukan operasi pemberantasan pungutan-liar (OPP) atau juga disebut suap dalam UU No 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Korupsi). Untuk itu kita terus bersihkan preman-preman yang terus melakukan pungli, khususnya di Patumbak, Marindal, Amplas dan sekitarnya,” tandasnya. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya