Dituduh Selingkuh, Pengemudi Ojek Online Bunuh Istri

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dituduh Selingkuh, Pengemudi Ojek Online Bunuh Istri

Jakarta | rakyatmedan.com
Pengemudi ojek online, Ferhat Ari Wibowo (39), menghabisi nyawa sang istri, Najah (41). Motif pembunuhan, pelaku dan korban sering cekcok. Emosi pelaku memuncak ketika dituduh selingkuh.

Kasus ini terungkap saat mayat Najah ditemukan di samping rumahnya, Jalan Delima I RT 01/08, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Wiwin (42), warga, mengatakan mayat Najah pertama kali ditemukan oleh anaknya, Dafa (16). Saat itu, Dafa sedang bermain di dekat kandang ayam di halaman rumahnya, Selasa (1/11) sekira pukul 16.00 WIB.

Dafa terkejut melihat gundukan tanah di halaman rumah. Penasaran, ia pun menggali gundukan tanah tersebut. Dafa terkejut, sesosok mayat meringkuk di dalamnya.

“Saat diperiksa rupanya itu adalah ibunya,” kata Wiwin, Rabu (2/11).

Dafa berteriak histeris hingga mengundang perhatian warga. Penemuan mayat Najah segera dilaporkan ke Mapolsek Tambun. “Dan suami korban langsung dihubungi,” ujar Wiwin.

Kapolsek Tambun Ajun Komisaris Bobby Kusumawardhana mengatakan, berdasarkan penyelidikan awal, Ferhat mengakui sebagai pembunuh Najah. “Dia ditangkap tanpa perlawanan usai pulang bekerja sebagai pengemudi ojek online,” ujar Bobby.

Bobby mengungkapkan, pembunuhan dilatarbelakangi percekcokan keduanya. Pelaku kesal dituduh selingkuh oleh korban. “Pendapatan pelaku menurun beberapa hari belakangan, korban curiga dan marah-marah,” kata dia.

Ferhat berulang kali memukul Najah dengan benda tumpul yang ada di rumah saat sang istri di depan cermin. Najah tak sadarkan diri. Panik, Ferhat  langsung mengubur istri di halaman rumah.

“Anaknya (Dafa) sempat menanyakan keberadaan ibu, namun pelaku menjawab sang ibu sedang pulang kampung ke Garut,” lanjut Bobby.

Ferhat masih dalam pemeriksaan di Mapolsek Tambun. Sedangkan jasad Najah diautopsi di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Ferhat dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya