Heboh, Beredar Video Ancaman Pembunuhan Ahok Berhadiah Semiliar

Beredar Video Ancaman Pembunuhan Ahok Berhadiah Semiliar
Beredar Video Ancaman Pembunuhan Ahok Berhadiah Semiliar

Suasana di Jakarta jelang demo Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 4 November semakin mencekam. Warga anti Ahok terang-terangan ingin membunuh pria yang diduga melakukan penistaan agama tersebut.

Ancaman itu bukan sekadar isapan jempol belaka. Pada Rabu (2/11/2016) kemarin, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikejar warga saat blusukan di Jalan Ayub, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Untuk menyelamatkan Ahok, ajudan bersama polisi terpaksa mengevakuasi Ahok menggunakan angkot.

Tak berselang lama, beredar rekaman video perintah bunuh Ahok. Video tersebut pertama kali diposting di akun Twitter @ulinyusron.

Video tersebut langsung menjadi viral dan menjadi perbinacangan di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang pria berusia sekitar 60 tahun melakukan orasi di depan polisi.

Pria tersebut mengenakan pakaian serba putih. Dia meminta agar polisi tidak mengawal Ahok saat kampanye. Ia juga bersedia membayar Rp 1 miliar jika ada yang sanggup membunuh Ahok.

“Ane minta, kalau cagub nomor 2 (Ahok) masuk Kebun Jeruk, jangan dikawal, ye, lepasin aja. Gue kasih Rp 1 miliar untuk bunuh Ahok,” ucap pria itu disambut teriakan Allahu Akbar oleh para pendukungnya.

Pria berjanggut putih tersebut mengatakan, dia memiliki uang Rp 1 miliar. Ia akan membayar siapa pun yang bisa bunuh Ahok.

“Ada Rp 1 miliar di tangan gue. Gue kasih siapa yang bisa motong Ahok, mati dan hidup, kapan saja,” tegas pria tersebut.

Sebelumnya, Ahok ditolak warga saat blusukan dalam rangka kampanye di Jalan Ayub, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (2/11).

Bahkan aksi penolakan atas Ahok tersebut disertai kekerasan. Korbannya adalah Dayat, seorang ketua RT setempat.

“Kena pukul di pelipis kanan. Sekarang dibawa ke rumah sakit,” ungkap Andre (35), warga setempat.

Dari pengakuan Andre, aksi penolakan tersebut ternyata dilakukan oleh warga yang bukan asli kawasan tersebut. Andre menuturkan, orang-orang yang memburu Ahok merupakan jemaah di sebuah masjid setempat.

“Bukan (warga asli), walaupun ada sebagian warga asli sebenarnya. Tapi mereka jemaah masjid Al-Madinah,” katanya di Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dia menambahkan, mulanya justru masyarakat setempat hendak melihat Ahok blusukan. Menurut Andre, kawasan itu memang menjadi basis PDIP.

”Warga di sana cair, pilkada kemarin PDIP menang kok. Di sini aja dapat delapan anggota DPRD,” ucap Andre.