Gunung Sinabung Bererupsi, Warga Diminta Waspadai Bahaya Lahar

Gunung Sinabung bererupsi, Minggu (6/11).
Gunung Sinabung bererupsi, Minggu (6/11).

Gunung Sinabung Bererupsi, Warga Diminta Waspadai Bahaya Lahar

Karo | rakyatmedan.com
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, kembali erupsi hari ini. Pos Pemantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, terjadi erupsi setinggi 1.500 meter pukul 07.46 WIB.

Petugas Pos Pemantau PVMBG Gunung Sinabung, Deri mengatakan, erupsi dengan ketinggian mencapai 1.500 meter itu disertai awan panas guguran, sejauh 700 meter ke arah tenggara timur.

“Kita imbau masyarakat untuk waspada dan jangan melakukan aktivitas di zona berbahaya, atau zona merah Gunung Sinabung. Saat ini zona tersebut sudah disterilkan,” jelas dia.

Menurut Deri jarak radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung merupakan zona berbahaya. Sedangkan jarak untuk sektor selatan-tenggara tujuh kilometer, dan sektor tenggara-timur enam kilometer.

“Lalu untuk jarak empat kilometer untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung masuk dalam zona merah,” papar dia.

Selain mewaspadai zona merah, masyarakat dan wisatawan juga diimbau waspada terhadap bahaya lahar. Terutama masyarakat yang bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung.

“Masyarakat di hulu sungai diimbau mewaspadai lahar dan banjir lahar,” sebut Deri.

Saat ini status Gunung Sinabung masih dalam level Awas IV. Gunung Sinabung merupakan gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung api aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi kedua di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter.

Gunung Sinabung tidak pernah tercatat meletus sejak 1.600. Tetapi mendadak aktif kembali dan meletus pada 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya