Ini dia Pelaku Gembong Narkoba Malaysia ditangkap Bareskim Polri

Bareskrim Polri menangkap gembong sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia. Penangkapan ini berupa pengembangan dari kasus yang terjadi di akhir Oktober lalu.
Bareskrim Polri menangkap gembong sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia. Penangkapan ini berupa pengembangan dari kasus yang terjadi di akhir Oktober lalu.

RAKYATMEDAN.COM | Jakarta

Bareskrim Polri menangkap gembong sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia. Penangkapan ini berupa pengembangan dari kasus yang terjadi di akhir Oktober lalu.

“Sebanyak empat tersangka yakni AY (36), CG (40), DO (35), dan JN (33) ditangkap akhir Oktober lalu,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Dharma Pongrekun dalam keterangan tertulisyang diterima , Sabtu (5/11/2016).

Setelah dilakukan pengembangan penyelidikan, Polri kemudian berhasil mengungkap sindikat narkoba jenis ekstasi jaringan Malaysia-Indonesia dengan mengamankan tujuh tersangka. Barang bukti yang didapat adalah 40.000 butir ekstasi senilai Rp24 miliar.

Menurut Dharma, kasus ini terungkap setelah tim pimpinan Kasubdit Narcotic Investigation Center (NIC) AKBP Donny Setiawan mendapatkan informasi adanya peredaran sabu jaringan Malaysia-Batam-Aceh-Medan.

“Pada 29 Oktober, Tim NIC menangkap AY di Batam. Dia berperan sebagai orang gudang yang menerima pengiriman dari transporter Malaysia. Tim NIC menyita 6,3 kilogram sabu,” kata dia.

Selanjuitnya, tim mengembangkan kasus dan menangkap tersangka CG yang berperan sebagai pengendali gudang. Tak berapa lama sete;ah menangkap CG, polisi berhasil menangkap tersangka lainnya yakni DO di sebuah perumahan di Batam. Keduanya berperan sebagai kurir.

“Keduanya berperan sebagai transporter pengangkut methapethamine dari Malaysia ke Batam menggunakan speed boat,” ujarnya.

Berdasarkan pengembangan dari ketiga tersangka, Tim NIC kemudian berhasil membekuk pengedar JN di Kabupaten Aceh Utara, pada 31 Oktober.

“Perannya sebagai koordinator sindikat Indonesia yang mengendalikan tiga tersangka lainnya,” terangnya.

Terkait dengan modus pengedaran narkoba yang dilakukan para tersangka adalah membungkus sabu menggunakan alumunium foil. Kemudian paket sabu disimpan dan dibawa menggunakan speed boat dari Malaysia ke Batam.

“Daerah peredaran sindikat ini adalah Bandung, Surabaya, Palu, Batam, Jambi, Medan, dan Papua,” bebernya.

Pihak Polri, lanjut dia, memastikan akan terus melakukan pengembangan pengusutan kasus ini.

Atas perbuatannya, keempat tersangka akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (2) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

“Ancaman hukumannya adalah pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati,” tutur dia.

(rm/dtk)

portal berita medan
informatif & terpercaya