Pengembangan Permukiman di Danau Toba Mulai Disusun

Jakarta  | rakyatmedan.com
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menyusun peta dukungan menyeluruh infrastruktur PUPR untuk pengembangan Danau Toba. Infrastruktur yang akan dikembangkan mulai dari sumber daya air, jalan dan jembatan, dan penyediaan perumahan.

“Dalam peta tersebut akan memuat titik-titik dukungan infrastruktur PUPR, mulai dari dukungan Ditjen (Direktorat Jenderal-red) Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga dan Ditjen Penyediaan Perumahan,” kata Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Rezeki Peranginangin seperti dilansir laman resmi Kementerian PUPR, Rabu (9/11).

Dia menambahkan, dukungan infrastruktur PUPR untuk pengembangan Danau Toba, yakni Ditjen Sumber Daya Air meliputi pembangunan embung, pembersihan eceng gondog, pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), irigasi dan lainnya.

“Kemudian Dirjen Bina Marga dari sisi konektivitas akses, untuk pengembangan dan pemantapan jalan dan jembatan. Adapun Ditjen Penyediaan Perumahan melakukan pembangunan permukiman,” tuturnya.

Rezeki menyampaikan, Kementerian PUPR terus melakukan percepatan dalam mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas Danau Toba.

Menurutnya, untuk memperlancar akses dan konektivitas menuju Danau Toba kini telah dilakukan rekonstruksi jalan menuju Bandara Sibisa sepanjang 15,6 kilometer, yakni mulai dari Desa Girsang ke Bandara Sibisa.

“Pada 2017, Kementerian PUPR akan melakukan pengaspalan jalan sepanjang 2,5 kilometer di Lingkar Parapat. Kemudian akan ada juga pengembangan jalan Lingkar Dalam Samosir yang saat ini sudah memasuki tahap lelang,” ucapnya.

Lalu ada juga rencana pembangunan Jembatan Tano Ponggog yang saat ini Detail Engineering Designe (DED) telah selesai. Selain itu akan dibangun Jalan Tol Tebing Tinggi-Parapat dengan target selesai 2019. Untuk proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Parapat akan dilakukan join venture (kerjasama modal) antara Jasa Marga dan Waskita Karya.

“Rencananya penandatanganan kerjasama itu akan dilakukan pada 10 November 2016. Adapun untuk feasibility study (FS) sudah mencapai 80 persen,” kata Rezeki.

Untuk restorasi Danau Toba saat ini masih dilakukan pembersihan terhadap eceng gondog seluas 5.000 meter persegi. Kemudian juga ada rencana pembangunan lima embung untuk kebutuhan air baku di Kabupaten Samosir.

“Untuk pembangunan embung-embung perkembangannya dalam tahap penyelesaian pembebasan lahan. Serta, ada juga rencana pembangunan untuk permukiman,” ujarnya.

portal berita medan
informatif & terpercaya