Unjukrasa Rusuh, Ini Penjelasan Rizieq Shihab..

Rizieq Shihab memenuhi panggilan Bareskrim di Jakarta, Kamis 3 November 2016. (foto ant: Puspa Perwitasari)
Rizieq Shihab memenuhi panggilan Bareskrim di Jakarta, Kamis 3 November 2016. (foto ant: Puspa Perwitasari)

Unjukrasa Rusuh, Ini Penjelasan Rizieq Shihab..

Jakarta | rakyatmedan.com
Unjukrasa ormas di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (4/11), yang awalnya damai berakhir rusuh.

Ketua Umum Front Pembela Islam Rizieq Shihab menjelaskan suasana saat itu. Hari itu, ribuan orang berkumpul di Masjid Istiqlal sejak pagi. Menjelang siang, massa mulai bergerak ke depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, lalu ke depan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Rizieq, musisi Ahmad Dhani, raja dangdut Rhoma Irama, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, serta para ulama juga bergabung dengan massa. Selesai salat Jumat, Rizieq, Fadli, dan Fahri naik ke mobil bak, penyampaian aspirasi dimulai.

Suasana sempat memanas, ada yang saling lempar botol. Namun, itu tidak berlangsung lama. Keberadaan polisi di depan Istana Merdeka yang terus menerus melantunkan salawat cukup ampuh meredakan ketegangan.

Hingga hampir pukul 18.00 WIB, suasana di lokasi unjukrasa kondusif. Sesuai aturan, unjuk rasa mesti berakhir pukul 18.00 WIB. Lewat pukul 18.00 WIB, massa belum membubarkan diri.

Alasannya, menunggu perwakilan pedemo selesai berdialog dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sekitar pukul 19.30 WIB, massa panik. Rizieq mengatakan, saat itu polisi menembakkan gas air mata ke arah pedemo yang ia klaim sebanyak dua juta orang.

Saat rusuh, Rizieq mengaku di barisan paling depan. Dari atas mobil komando, Rizieq meminta massa tenang dan tidak melawan. Namun menurut dia, polisi terus melontarkan gas air mata.

Massa semakin panik. Mereka sulit untuk melarikan diri karena kondisi saat itu berdesak-desakan.

“Yang hadir dua juta orang, mau lari ke mana?” kata Rizieq di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11).

Rizieq sempat mendengar instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo agar petugas tidak melepaskan tembakan gas air mata. Namun, lanjut Rizieq, suara tembakan gas air mata terus terdengar.

Bagi Rizieq, melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa sebanyak itu merupakan keputusan salah.

“Kalau seribu atau dua ribu orang bisa lari. Kalau dua jutaan orang, ke kiri, kanan, depan, atau belakang tidak bisa,” tutur Rizieq.

Rizieq menyalahkan Presiden Joko Widodo tidak menemui perwakilan pedemo. Ia menganggap Presiden tidak menghormari ulama dan tidak tanggap menyelesaikan dugaan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Kemarin, tidak ada agenda yang lebih penting dibanding menyelesaikan kasus penistaan agama,” kata dia.

Rizieq tidak puas dengan isi pidato Presiden menanggapi kerusuhan setelah unjukrasa.

“Presiden berpura-pura berterima kasih kepada ulama, kemudian mengkritisi aksi yang chaos,” ucap Rizieq. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya