Ini Dia Kronologi 4 November yang Berakhir Ricuh

Kronologi Demo 4 November: dari Damai hingga Berakhir Ricuh
Kronologi Demo 4 November: dari Damai hingga Berakhir Ricuh

RAKYATMEDAN.COM | Jakarta

Aksi demo menuntut pengusutan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur nonaktif Basuki T Purnama (Ahok) di depan Istana Negara, 4 November, lalu berakhir ricuh. Polisi pun terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang rusuh.

“Ini rekan-rekan bisa lihat bagaimana polisi persuasif, jadi kalau polisi melakukan penyerangan itu tidak betul, lihat bahkan pengamanan demo kita salat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/11/2016).

Awi mengatakan aparat polisi telah berusaha semaksimal mungkin melakukan pengamanan demo secara persuasif dan humanis. Namun aksi damai itu berubah menjadi ricuh setelah sekelompok massa melakukan provokasi dengan melempari aparat menggunakan batu, bambu hingga besi ujung pagar Monas.

Awi menyebut total ada 350 korban luka dan kelelahan dalam insiden tersebut. Selain itu, 18 unit mobil dinas TNI-Polri yang diparkir di Monas, dirusak massa.

Awi kemudian menjelaskan kronologi aksi dari mulai massa datang hingga massa bubar pada Jumat malam. Berikut kronologinya:

13.00 WIB
Setelah salat Jumat massa berbondong-bondong menuju Istana Negara.

13.50 WIB
Massa mulai melakukan pelemparan ke arah polisi untuk pertama kalinya. Namun kejadian itu tidak berlangsung lama dan massa kembali tenang.

14.41 WIB
Sekelompok massa kembali lagi melempari polisi untuk kedua kalinya. Polisi mulai membacakan Asmaul Husna ketika massa kembali ricuh.

14.42 WIB
Massa yang berada di garis depan menarik pagar kawat berduri sehingga keluar dari cone block. Polisi membatasi massa demo dengan lapisan cone block dan dua lapis kawat berduri (security barrier).

15.10 WIB
Massa dan polisi melaksanakan salat Asar.

15.47 WIB
Massa yang berada di depan Wisma TNI, Jl Medan Merdeka Barat arah Harmoni kembali ricuh dengan melempari polisi menggunakan bambu, batu dan botol minuman. Massa juga membakar ban bekas.

15.58 WIB
Perwakilan massa meminta masuk kita antar sampai ke depan istana.

18.14 WIB
Massa sudah mempersiapkan diri untuk merusuh dengan mengoleskan pasta gigi ke wajahnya.

19.00 WIB
Massa semakin memanas dan terpecah menjadi dua. Beberapa kelompok massa mengadang massa yang ricuh dengan membentengi polisi, sementara massa lainnya melakukan tindakan kerusuhan dengan terus melempari petugas.

19.05 WIB
Kedua massa kelihatan ricuh, yang mau menyerang dan melindungi polisi, tapi akhirnya jebol sehingga kericuhan pun pecah dan semakin tidak terkendali.

19.10 WIB
Massa semakin rusuh dan sudah melakukan penyerangan kepada polisi dengan bambu, batu dan benda-benda keras lainnya.

19.33 WIB
Untuk membubarkan massa yang semakin ricuh, polisi menembakkan gas air mata untuk pertama kalinya. Massa pun panik dan berlarian hingga terurai.

19.41 WIB
Polisi kembali menembakkan gas air mata untuk gelombang kedua.

19.48 WIB
Polisi menembakkan gas air mata untuk ketiga kalinya.

19.53 WIB
Massa semakin beringas dan mulai terjadi kericuhan, termasuk bentrok dengan aparat. Massa melempari petugas dengan botol, batu, dan benda-benda yang ada di dekatnya. Polisi tetap menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

20.01 WIB
Kendati tembakan gas air mata terus dilakukan, namun massa semakin menjadi-jadi. Beberapa di antaranya ada yang melempari petugas dengan petasan.

20.04 WIB
Massa menyalakan api lalu membakar truk Brimob dan mobil security barrier.

20.06 WIB
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemprov DKI mulai memadamkan api yang menghanguskan truk dan security barrier.

20.15 WIB
Situasi mulai kondusif dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun naik panggung, memerintahkan anggota untuk menghentikan tembakan gas air mata. Anggota Brimob pun berangsur-angsur menarik diri.

Di sela-sela kericuhan itu, polisi mengamankan 10 orang peserta demo. Namun sepuluh orang itu telah dipulangkan karena belum cukup bukti melakukan tindakan ricuh.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait insiden tersebut, di antaranya sejumlah cone block, beberapa bilah bambu, sejumlah anak panah dari paku, sejumlah kelereng, dan lainnya. (rm/DTK)

portal berita medan
informatif & terpercaya