Begal Sadis Beraksi di Jalan Jamin Ginting, Pasutri Diseret ke Aspal

Ilustrasi
Ilustrasi

RAKYATMEDAN.COM | MEDAN

Kasus kejahatan jalanan begal kembali terjadi di Medan. Kali ini korbannya adalah pasangan suami-istri (pasutri), Mulia Gurusinga (48) dan Inganta Tarigan (45), warga Jalan Irigasi, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan. Kejadian berawal saat keduanya pulang mengutip setoran, Senin (7/11) malam kemarin.
 
Ronal Gurusinga (20), anak korban saat membuat laporan ke Polsek Delitua, Selasa (8/11) mengungkapkan, kedua orangtuanya dibegal saat melintas di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan menuju Pancurbatu, Deliserdang untuk mengambil setoran angkutan kota (angkot)
 
“Bapak sama mamak, waktu itu sedang jalan menuju Pancur Batu untuk meminta uang setoran angkot. Namun, waktu itu sedang hujan deras, bapak sama mamak akhirnya singgah sebentar di rumah saudara. Makanya agak malam mereka baru berangkat,” katanya.
 
Tetapi, setelah hujan itu berhenti, kedua pasutri itu berangkat menuju Pancurbatu. Namun apes, tak lama setelah berangkat dari rumah saudaranya, kedua korban langsung dirampok sejumlah kawanan begal.

“Bapak mengalami luka di bagian kepala sedangkan mamak mengalami patah tulang di kaki,” sambungnya.
 
Ronal menambahkan, kedua orangtuanya kini sedang menjalani perawatan di RS Adam Malik, Medan, karena terjatuh dari atas motor yang dikendarai. Sedangkan pelaku, langsung kabur meninggalkan kedua korban dalam kondisi luka.

“Memang, begal itu gak mengincar kereta bapak, tapi tas mamak berhasil dibawa kabur sama mereka (pelaku) itu. Pelakunya sangat sadis, bapak sama mamak sempat terseret di badan aspal hingga 50 meter,” sebutnya sambil menangis.
 
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu Jonathan Hutagalung mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari anak korban. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap siapa pelakunya. “Laporan sudah kita terima, anggota sedang mengumpulkan alat bukti danketerangan saksi untuk mencari tahu ciri-ciri pelaku,” katanya.
 
Selain itu, sambung dia, timnya juga sedang melakukan olah TKP untuk mengetahui persis kronologi kejadian yang menimpa korban. Setelah itu, timnya juga sedang memeriksa sejumlah saksi yang dianggap mengetahui adanya kejadian itu di lokasi kejadian. “Setelah laporannya kita terima, kita akan memeriksa saksi-saksi dulu. Setelah itu, kita lakukan pengejaran pada pelaku. Mungkin ada petunjuk yang bisa kita jadikan untuk mengungkap  pelakunya,” pungkasnya. (rm/ar)