Modus Baru, IRT Selundupkan Narkoba Dalam Pembalut “Berdarah”

Tersangka M saat digiring petugas.
Tersangka M saat digiring petugas.

Medan | rakyatmedan.com
Strategi M untuk mengelabui petugas boleh dibilang hampir sempurna. Dia menyembunyikan narkoba di dalam pembalut yang telah dilumuri pewarna merah dan bau tak sedap.

Namun, muslihat perempuan 24 tahun itu tercium oleh petugas. Narkoba yang dia bawa dari Malaysia terendus petugas di Bandara Kualanamu, Medan.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Kualanamu, Zacky Firmansyah, bilang, warga Belawan Medan itu membawa 197 butir pil happy five dan 390 butir pil ekstasi serta 15 gram sabu-sabu.

“Dari pembalut ditemukan sejumlah narkoba. Pembalut itu sengaja diberi pewarna merah dan berbau sangat tidak sedap, untuk menimbulkan keengganan petugas untuk melakukan pemeriksaan,” kata Zacky, saat gelar kasus, Selasa (8/11).

Dia mengatakan, pelaku yang merupakan ibu rumah tangga ini ditangkap tak lama setelah turun dari pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 103 yang membawanya dari Penang, Malaysia, pada Senin (31/10).

Penangkapan M berawal dari analisa dan pemeriksaan alat X-Ray. Petugas juga melakukan wawancara dan pemeriksaan badan serta menggunakan anjing pelacak.

“Modus M terbongkar dengan ditemukannya pil ekstasi itu. Petugas juga menemukan 15 gram sabu-sabu di dalam tasnya,” ungkapnya.

Modus yang dilakukan M terbilang baru. Pasalnya dari pemeriksaan, M mengaku sudah empat kali berhasil melakukan penyeludupan narkotika dari Malaysia. Sebelum tertangkap, dia tiga kali berhasil melakukan perbuatan itu dan mendapat upah Rp3 juta setiap sekali pengiriman.

Berdasar pemeriksaan, M mengantar narkoba kepada DL, tahanan perempuan di Lapas Labuhan Deli. M diperintah oleh B, suami DL.

“B diketahui mendapatkan narkotika itu dari A, seorang warga negara Malaysia,” tutur Zaky.

Kasus penyelundupan ini masih dikembangkan. M sudah diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. Dia dijerat dengan Pasal 102 huruf (e) UU No 17 Tahun 2006 tentang Perubahan UU No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya