Satu dari Tiga Kawanan Penjambret HP Mahasiswa Polmed, Tewas Diamuk Massa

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Medan | rakyatmedan.com
Satu dari tiga penjambret Handphone (HP) milik Muhammad Ali Siregar (19) mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed), tewas diamuk massa. Tiga penjambret usia remaja ini diamuk massa saat melakukan aksinya di Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Baru, Selasa (8/11).
 
Dua remaja yang mengalami kondisi kritis adalah JH (16) warga Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia dan A (17) warga Simalingkar. Sedangkan penjambret yang tewas berinisial D (16) warga Simalingkar B, Gang Sekolah. Seusai diamankan petugas Polsek Medan Baru, tiga pelaku ini dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumut.
 
Kepada petugas Polsek Medan Baru, korban Muhammad Ali mengatakan, kejadian itu bermula saat dia keluar dari gerai salah satu minimarket yang ada di lokasi, usai dia berbelanja makanan ringan. Tak lama setelah keluar dari minimarket itu, tiga pelaku yang mengendarai satu kereta berbonceng 3 langsung merampas hape korban.
 
“Begitu saya keluar dari dalam minimarket itu, tiba-tiba pelaku datang dari arah Simpang Kampus dan langsung merampas hapeku,” tutur Ali.

Mengaku sempat terbengong, namun korban yang tak mau kehilangan barang miliknya langsung menarik baju salah seorang pelaku sambil berteriak minta tolong. Pelaku yang panik lantas terjatuh dari atas keretanya.
 
“Mungkin, karena bonceng tiga itu kendaraan yang digunakan pelaku tidak bisa langsung tancap gas. Alhasil, baju salah satu pelaku itu berhasil kutarik dan terjatuh,” ujarnya.

Setelah jatuh, sambung korban, warga sekitar langsung berkerumun dan memukuli pelaku sampai babak belur hingga satu di antaranya tewas mengenaskan. Sedangkan dua rekannya kritis.
 
“Satu pelaku tewas, dua lagi kritis bang. Itu karena warga sekitar memukulinya hingga babak belur. Soalnya di kawasan ini sudah sering kejadian pencurian dan penjambretan. Pelakunya selalu lolos, tapi kali ini tak lagi bisa lolos,” sebutnya.

Untungnya, masih kata dia, aparat kepolisian dari Polsekta Medan Baru, langsung tiba di lokasi kejadian. Sehingga dua dari tiga pelaku masih bisa diselamatkan nyawanya dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat pertolongan medis.
 
“Mungkin, jika polisi tidak datang ke lokasi, bisa saja ketiganya tewas dipukuli massa pada saat kejadian itu,” tegas korban.
 
Hal senada juga diungkapkan Solihin, warga lainnya yang melihat aksi penjambretan itu. Menurut Solihin, ketiga pelaku itu sepertinya sedang belajar untuk menjambret. Namun nasibnya sangat apes.

“Inilah hukum jalanan, hakimnya langsung menjatuhkan hukuman mati pada salah satu pelaku dan dua orang lainnya diganjar dengan hukuman seumur hidup. Artinya, sepanjang hidupnya, perbuatan ketiga pelaku ini tidak akan bisa dilupakannya sepanjang hidupnya. Mungkin saja pelaku yang masih hidup ini akan cacat permanen,” katanya.
 
Menurut Solihin, resiko dengan hasil dari pencurian yang dilakukan pelaku itu sangat tidak sebanding.

“Risikonya mati atau kritis, padahal harga benda yang dicuri itu nilainya tidak sesuai. Ini kegagalan polisi dalam menjaga Kamtibmas di Medan. Termasuk para Orangtua, bisa disebut ini adalah kegagalan Orangtua dalam membina dan mengajari anaknya di rumah,” ujar salah satu mahasiswa FISIP USU ini.
 
Sementara itu, Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic didampingi Kanit Reskrim Iptu Aryya Nusa Hendrawan dan Panit Reskrim I Ipda Galih Y Mubaroq beserta beberapa personel lainnya langsung mendatangi lokasi kejadian guna mengamankan para pelaku dan membawa ke RS Bhayangkara.
 
“Tadi kita mendapat informasi adanya tiga pelaku perampokan HP dihajar massa. Mendapat informasi itu, kita langsung turun ke lokasi kejadian. Namun satu dari ketiga pelaku ini tewas dihajar massa, sedangkan dua di antaranya masih hidup dan langsung kita amankan untuk mendapat perawatan medis dan selanjutnya kedua pelaku akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara untuk korban sudah kita arahkan untuk membuat laporan pengaduan kepada petugas kita,” kata Ronni Bonic di RS Bhayangkara Medan.
 
Pelaku berinisial JH saat diinterogasi petugas di RS Bhayangkara Medan mengaku, yang merampas hape milik korban adalah D sekaligus seorang joki kereta yang mereka kendarai.
 
“Yang rampas hape si D sekaligus joki kereta kami (Pelaku),” aku JH yang diketahui masih seorang pelajar Kelas 3 SMP. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya