Indra Tan Dipolisikan Ahmad Dhani, Kok Bisa?

Merasa Difitnah Soal Hinaan ke Presiden, Ahmad Dhani Polisikan Indra Tan
Merasa Difitnah Soal Hinaan ke Presiden, Ahmad Dhani Polisikan Indra Tan

Jakarta | rakyatmedan.com
Musisi sekaligus calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani melaporkan akun Facebook Indra Tan ke Polda Metro Jaya. Dhani tak terima karena merasa difitnah mencaci presiden lewat postingan di akun Indra.

“Apa yang dituliskan di sini (status) bukan yang saya katakan, dan saya punya video aslinya sehingga ini layak, sah sebagai fitnah. Akun ini sudah ditutup oleh si empunya tapi kita sudah tahu dimana orangnya jadi jangan kemana-mana Indra Tan, dia harus bertanggung jawab karena ini sudah viral,” kata Dhani kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/11).

Dalam status di Facebook, Indra Tan menulis “Ahmad Dhani harus jadi tersangka, Ahmad Dhani berteriak presiden Jokowi axxxng, Presiden Jokowi bxxx.” Selain itu, Indra Tan menautkan sebuah video pidato Dhani saat demonstrasi 4 November 2016.

Bersama pengacaranya, Ramdan Alamsyah, Dhani menyerahkan video asli dan screenshoot status Facebook terlapor.

“Di sini jelas sekali arah dari pada disebarkannya video yang memang tidak sesuai dengan faktanya yang jelas fitnah kemudian tendensius dan saya melihat ada upaya politisisasi dan kriminalisasi dalam artian mengkriminalkan seolah-olah Ahmad Dhani bersalah dan mengadu domba antara Ahmad Dhani dengan Presiden Jokowi,” kata Ramdan.

Menurut Ramdan, Indra Tan menyunting video sehingga mengubah isi pernyataan Dhani. Atas dasar itu, pihak Dhani melaporkan Indra Tan dengan pasal pencemaran nama baik.

“Jadi kita laporkan dengan Pasal 27 jo Pasal 45 UU ITE jo Pasal 310, Pasal 311 KUHP,” sebutnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya memberikan tanggapan atas orasi Ahmad Dhani pada demo 4 November. Jokowi menegaskan hasutan kebencian dan penghinaan terhadap simbol negara harus diproses secara hukum. Namun proses hukum ini harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Tadi juga di dalam saya sampaikan yang berkaitan dengan hasutan kebencian, hal-hal yang berkaitan penghinaan simbol-simbol negara kalau aturan hukumnya ada, harus ditindaklanjuti,” tegas Jokowi, Selasa (8/11).

Sedangkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan pihaknya dapat memanggil Dhani sesuai aturan hukum. Namun itu dapat dilakukan bila pihak yang merasa dihina Dhani melaporkan Dhani lebih dulu. (rm/dtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya