Ini Dia 7 Sekolah SMA Negeri di Medan Yang Melakukan Pungli, Dibidik Polda Sumut

Ilustrasi
Ilustrasi

Sekolah Lakukan Pungli, SMA Negeri di Medan Dibidik Polda Sumut
Medan | rakyatmedan.com
Laporan Ombudsman Sumut kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin terkait ada 7 sekolah di Medan yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) ternyata bergulir ke Polda Sumut.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Rabu (9/11), mengatakan Polda Sumut akan melakukan penyelidikan terhadap kasus itu.

“Kita akan lidik laporan yang kita terima,” katanya.

Dia mengatakan, Polda Sumut telah membentuk Tim Satgasus yang bertugas untuk memberantas pungli yang terjadi di sektor publik. Dengan adanya informasi tersebut, katanya, Satgasus bisa saja menyasar untuk melakukan penyelidikan.

“Kita bergerak sesuai dengan informasi yang diterima. Tidak tertutup kemungkinan juga untuk menyasar pungli di sekolah,” katanya.

Setelah mendapatkan informasi dan data dari Ombusdman, kata Nainggolan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengumpulkan saksi-saksi serta melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan itulah nantinya akan menjadi acuan.

“Kita kumpulkan bukti-buktinya. Periksa saksi-saksinya terus kita gelar. Hasil gelar nanti akan menentukan apakah kasus jalan atau tidak,” katanya.

Nainggolan mengatakan, pihaknya bisa saja turun ke sekolah-sekolah untuk mencari bukti tambahan bila dianggap diperlukan.

Ombudsman melaporkan tujuh sekolah yang melakukan pungli ke Walikota Medan, Dzulmi Eldin dan Polda Sumut.

Kepala Ombudsman perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengungkapkan, 7 sekolah yang dilaporkan, yakni SMA Negeri 10, SMA N 4, SMA N 15, SMA N 13, SMA Negeri 12, dan SMA N 7 Medan.

Abyadi Siregar mengatakan, ketujuh sekolah itu dilaporkan karena melakukan pungutan komite, pungutan bimbingan belajar, dan pungutan uang insidental. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya