Melania Trump: Anak Tetap Menjadi Prioritas Utama

Melania Trump
Melania Trump

New York | rakyatmedan.com
Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, membuat Melania Trump menjadi ibu negara alias FLOTUS (First Lady of The United States).

Meskipun dia memainkan peran yang tak terlalu besar dalam kampanye suaminya, dia harus mulai bersiap menempati East Wing di White House.

Sama seperti suaminya, Melania sendiri juga termasuk sosok yang kontroversial. Perempuan kelahiran Slovenia ini akan mencatat sejarah sebagai ibu negara imigran kedua sejak Louisa Adams, istri John Quincy Adams di tahun 1825.

Melania pindah ke Amerika di tahun 1996 dan menjadi warga negara Amerika di 2006, setahun setelah menikah dengan Donald Trump.

Kehidupan mantan model berusia 46 tahun ini akan berubah 180 derajat menjadi ibu negara. Dia akan menggantikan Michelle Obama, seorang mantan pengacara lulusan Princeton dan Harvard. Namun keduanya memiliki persamaan. Keduanya adalah seorang ibu.

Sebagai ibu negara, Melania mengatakan bahwa dia akan tetap memegang teguh komitmennya pada anaknya yang berusia 10 tahun, Barron. Dia mengungkapkan, Barron akan tetap jadi prioritas utamanya.

“Suami saya bepergian sepanjang waktu. Barron butuh seseorang jadi orang tuanya, jadi saya akan ada bersamanya sepanjang waktu,” katanya kepada People.

Dia juga mengaku kalau dia tak memiliki pengasuh untuk menjaga anaknya.

Melania mengatakan kalau dia membantu Barron mengerjakan PR, mengantarnya ke kegiatan sekolah, dan memintanya untuk mencoba berbagai jenis hal menarik.

“Dia mau menjadi pegolf, pebisnis, dan pilot. Ini adalah usia dimana Anda bisa memperkenalkan dia kepada banyak hal, dan saya suka turun tangan sendiri.”

Selain sisi keibuan, Melania juga dikenal dengan gaya busananya. Busana-busana yang dipakainya cenderung bergaya seksi dan body fit. Hanya saja baju-baju yang dipakainya seringkali habis terjual. Dia juga memiliki perhiasan dan produk perawatan wajah dengan namanya.

Sejak menikah dengan Donald Trump, Melania juga aktif dalam berbagai kegiatan amal. Seminggu sebelum Pemilu, Melania juga sempat melemparkan isu bahwa saat dia pindah ke White House, dia mengumumkan rencananya untuk menghilangkan cyberbullying.

“Saya ingin anak saya tahu bahwa dia beruntung lahir di negara yang menghargai kemerdekaan pribadi dan demokrasi konstitusional,” ucapnya.

“Saya juga ingin anak-anak kita di negara ini dan di seluruh dunia memiliki kehidupan yang indah, aman, dan bebas memimpikan tentang cinta serta keluarga mereka suatu hari nanti. Kita harus mengajarkan mereka tentang nilai Amerika: kebaikan, menghormati, pengertian, kerjasama, kasih sayang, dan amal,” ucapnya.

“Tak pernah ada kata baik-baik saja ketika gadis 12 tahun diejek, dibully, atau diserang. Mengerikan ketika itu terjadi di taman bermain. Dan itu tentu saja tak bisa diterima dan selesai begitu saja karena berlindung di balik nama internet.”

Beberapa waktu lagi, Melania dan Donald Trump akan menempati White House. Melania mengungkapkan bahwa dia akan mendekorasi White House sesuai keinginannya. Dia ingin memiliki kamar mandi yang terpisah, hal ini diungkapkannya sebagai kunci untuk pernikahan yang sehat. Hanya saja, keinginannya mendekorasi ini sedikit terbatas karena Donald menolak untuk menambah sentuhan emas yang terlalu banyak.

“Jika kami terpilih nanti, saya mungkin akan memberi sentuhan ulang sedikit,” kata Donald Trump dalam wawancara di bulan Oktober tahun lalu.

“Tapi White House adalah tempat yang spesial. Anda tak akan mau mengubah terlalu banyak hal.” (rm/people)

portal berita medan
informatif & terpercaya