REI Usulkan Alokasi Lahan Khusus Perumahan

Ilustrasi pembangunan perumahan.
Ilustrasi pembangunan perumahan.

Jakarta | rakyatmedan.com
Upaya pemerintah dalam melakukan penyesuaian regulasi dan deregulasi di pengujung tahun 2016, dinilai oleh Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mulai berdampak positif terhadap industri properti nasional. Mulai tampaknya sinyal pemulihan ekonomi nasional, juga mendorong sikap optimistis di kalangan pengembang.

Ketua Umum DPP REI, Eddy Hussy mengatakan, tingkat penjualan properti di tahun ini mash sedikit mengalami perlambatan, dibanding tahun lalu. Meski demikian, lanjut dia, secara keseluruhan angka penjualan tetap tumbuh sekitar 8 persen hingga 10 persen.

“Overall, pertumbuhan penjualan di semua segmen bisa dibilang tidak terlalu tinggi. Meski demikian, penjualan di segmen menengah bawah masih menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Sedangkan untuk segmen menengah atas, tingkat penjualannya masih terkoreksi,” kata Eddy, di acara Media Lunch, bersama Forum Wartawan Perumahan (Forwapera) di Jakarta, Kamis (12/11).

Alokasi Lahan
Lebih lanjut Eddy mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah untuk mengalokasikan lahan khusus perumahan. Terlebih, kata dia, masalah lahan ini menjadi kendala utama bagi kalangan pengembang di berbagai daerah.

“Ketersediaan lahan saat ini semakin sulit didapatkan oleh pengembang. Terlebih, harganya juga semakin mahal. REI sendiri telah mengusulkan agar pemerintah menyediakan lahan khusus perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di setiap daerah,” kata Eddy.

Dengan menyediakan lahan khusus untuk perumahan, lanjutnya, pemerintah dapat mengendalikan kisaran harga jual lahan tersebut.

“Untuk pengendalian harga, bisa dilakukan dengan tidak menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dari lahan tersebut. Sehingga, harga unit rumah yang dibangun juga bisa dikontrol,” tambahnya. (rm/bs)

portal berita medan
informatif & terpercaya