Jokowi: Usut Tuntas Kasus Ledakan di Samarinda

Sebuah ledakan terjadi di Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu pagi tadi. Ledakan yang diduga dari bom molotov itu melukai anak-anak.
Sebuah ledakan terjadi di Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu pagi tadi. Ledakan yang diduga dari bom molotov itu melukai anak-anak.

Jakarta | rakyatmedan.com
Sebuah ledakan terjadi di Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu pagi tadi. Ledakan yang diduga dari bom molotov itu melukai anak-anak.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku sudah mendengar kabar itu. Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang langsung memberikan laporan.

“Tadi saya sudah dapatkan laporan dari Kapolri,” kata Jokowi di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (13/11).

Setelah mendapat laporan itu, Jokowi langsung memerintahkan Kapolri untuk menangani kasus ini. Penindakan hukum kepada para pelaku juga harus tegas dan tuntas.

“Saya sudah perintahkan Kapolri untuk segera ditangani dan dilakukan sebuah penindakan hukum yang tegas mengusut secara tuntas pelaku,” ujar Jokowi.

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Ajun Komisaris Besar Fajar Setyawan mengatakan, sejumlah barang bukti telah dibawa dari lokasi kejadian.

“Untuk sementara police line masih kami pasang. Olah TKP sudah. Kami mendalami motif, ikut jaringan mana, sambil memeriksa saksi-saksi,” ujar Fajar.

Fajar menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai sejumlah temuan di TKP. Dia hanya mengatakan, pria bernama Joh alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia berusia 32 tahun saat ini sedang diperiksa secara intensif di Polresta Samarinda.

Selain memeriksa Jo, sejumlah saksi juga sedang diperiksa, kata Fajar tanpa mau menjelaskan lebih rinci saksi-saksi dimaksud.

Sementara itu, Mabes Polri meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukumnya kepada Polda Kaltim. (rm/l6/cnn)

portal berita medan
informatif & terpercaya