Curi Mesin Pompa, Dua pelajar Ini Nyaris Dimassa

Dua tersangka pencurian mesin pompa air.
Dua tersangka pencurian mesin pompa air.

pompa-air

Medan | rakyatmedan.com
Dipergoki mencuri mesin pompa air, dua pelajar berinisial Aan (15) dan Lps (16) keduanya warga Jalan Menteng VII, Denai, Medan Denai nyaris menjadi amukan warga di Jalan Jermal XIII Gang Haji No. 17, Denai, Medan Denai, Senin (14/11)

Aksi pencurian yang dilakukan kedua pelajar itu terjadi sekira pukul 12.30 WIB dirumah korbannya Boby Wijaya (32) lokasi tempat keduanya nyaris dimassa.

Siang itu keduanya melintas dibelakang rumah korban. Melihat mesin air, disitu timbul niat jahat keduanya untuk mencuri. Didukung situasi dilokasi siang itu tengah sepi, kemudian Aan (tersangka) berjalan dan mendekati mesin air.

Lalu tersangka mematahkan pipa yang terpasang di mesin air itu. Karena pasangan pipa itu tak bisa dipatahkannya, sehingga rekannya Lps (tersangka) turut membantunya.

Namun apes, aksi pencurian disiang bolong itu dipergoki korbannya sendiri ketika korban berada dibelakang rumah. Spontan keduanya langsung diteriaki maling oleh korban.

Teriakan itu akhirnya mengundang warga sekitar keluar hingga menangkap kedua pelajar itu. Beruntung aksi amuk massa tak sempat terjadi, lantaran seorang petugas polisi saat kejadian melintas dilokasi. Selanjutnya kedua pelajar berikut barang bukti diboyong
ke Polsek Medan Area.

Saat diwawancarai, keduanya mengaku khilaf dan sebelumnya tidak berniat untuk mencuri.

“Sebelum tidak ada niat kami untuk mencuri bang. Tapi entah kenapa karena melihat ada mesin itu, tiba-tiba timbul niat jahat kami. Tapi masih untunglah kami tak jadi amukan warga. Kalau tidak entah gimana kami berdua,” katanya dikantor polisi.

Sementara korban ketika ditanyai mengatAkan, bahwa dirinya tak sampai hati melihat kedua pelajar itu. Namun dirinya masih berpikir untuk membuat laporannya.

“Tak sampai hati juga saya melihatnya. Karena keduanya masih sekolah. Entah gimanalah ni, jadi apa tidak buat laporan. Biarlah dulu saya pikirkan. Setidaknya kasih efek jera dulu sama kedua pelaku itu,” kata korban.

Kanit reskrim AKP Cahyadi, ketika dikonfirmasi mengatakan, kedua pelajar itu sudah diamankan. Kini pihaknya masih menunggu laporan dari korban guna proses hukum lebih lanjut.

“Kita masih menunggu laporan korbannya,” ujarnya. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya