Hati-hati, Sindikat Pencurian Mobil Gunakan Kunci Ganda

Petugas Reskrim Polsek Medan Baru membekuk 4 pelaku sindikat pencurian mobil yang kerap beraksi di Kota Medan.
Petugas Reskrim Polsek Medan Baru membekuk 4 pelaku sindikat pencurian mobil yang kerap beraksi di Kota Medan.

Medan | rakyatmedan.com
Empat sindikat pencurian mobil dengan modus gandakan kunci, diringkus petugas Unit Reskrim Polsekta Medan Baru dari lokasi terpisah.

Keempat pelaku itu M Reza Fahlevi (31), warga Jalan Sei Mencirim Komplek PT IRA Blok C No. 27, Kecamatan Medan Sunggal, Susanto alias Akun (38), warga Jalan Sekip No. 81,  Fendi Avero (35) warga Jalan Pasundan, Gang Bahagia No. 64 dan Hendry Chandra (30) warga Jalan Sunggal Komplek Sunggal Permai.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita mobil curian 1 unit Toyota Kijang LGX BK 1096 milik korbannya Eny, 1 unit Toyota Kijang Grand Long Diesel BK 1017 XC, 1 unit sepedamotor Honda Supra BK 2357 AEA, 3 unit telepon genggam, 1 buah anak kunci palsu, 1 buah kunci asli dan remote Toyota Kijang LGX BK 1096 FS.

Kepada wartawan, tersangka Reza mengaku, sopir dari korban Eny. Dia berencana, mobil korban akan dijual setelah interior-nya ditukar. Namun, belum lagi terjual, dirinya keburu diamankan polisi.

“Enggak bagian mesin yang dijual. Interior saja,” kata dia di Mapolsekta Medan Baru, Senin (14/11) siang.

Dia mengaku, yang menggandakan kunci mobil itu adalah tersangka Fendi. Selanjutnya, Reza mengajak dua tersangka untuk melancarkan aksinya.

Tepat pada Minggu (6/11) pukul 12.30 WIB, korban tengah bersama Reza di Jalan Pasundan, Gang Bersama, Kelurahan Seiputih Timur II.

Lalu korban masuk ke dalam Gang Bersama. Sementara Reza, diperintahkan untuk parkirkan kendaraannya. Lalu Reza beralasan pergi beli rokok dan menjumpai korban ke dalam Gang Bersama.

Tapi saat kembali, mobil tersebut telah hilang. Diduga saat beli rokok itu, Reza memerintahkan pelaku Susanto untuk mencuri mobil Eny dengan menggunakan kunci duplikat tersebut.

Berhasil melarikan mobil, barangbukti diendapkan di bengkel milik Hendry.

“Korban sempat melihat CCTV,  seorang laki-laki tidak dikenal korban memakai topi, yang mencuri mobil korban dengan kunci palsu,” jelas Kapolsekta Medan Kota, Kompol Ronni Bonic.

Atas kehilangan itu, korban buat laporan ke Polsekta Medan Baru. Bonic melanjutkan, Reza merupakan otak pelaku dari sindikat pencurian mobil dengan modus gandakan kunci ini.

Dia menambahkan, pelaku Susanto yang berperan melakukan pencurian dengan kunci duplikat tersebut.

Menurut Bonic, dua tersangka lainnya masing-masing Akun dan Hendry, masih ada hubungan saudara. Tapi, peran keduanya berbeda. Hendry perannya membantu tersangka menyimpan mobil tersebut.

“Pengakuan mereka baru sekali, tapi kami tetap melakukan pengembangan terhadap jaringan ini dan mencari korban lainnya,” tandas Bonic.

Akibat ulahnya, keempat tersangka disangkakan Pasal 363 ayat (1) ke 4e, 5e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya