Mabes Polri Akan Gelar Perkara Kasus Ahok, Hari Ini

Basuki tjahaja purnama
Basuki tjahaja purnama

Badan Reserse Kriminal Mabes Polri hari ini akan melakukan gelar perkara terkait kasus pidato kontroversial Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama. Gelar perkara itu dilaksanakan terbuka dengan mengundang sejumlah pihak.

Ada 20 saksi ahli yang diundang dalam gelar perkara tersebut. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyebut dari saksi ahli yang diundang terdiri dari tiga kompetensi ilmu yaitu bidang agama, bahasa dan pidana.

“Hanya tiga itu, dari Majelis Ulama Indonesia ahli agama,” kata Boy usai upacara HUT ke-71 Korps Brimob di lapangan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat (14/11/2016).

Menurut Boy, gelar perkara tersebut akan berlangsung tertutup. Namun di saat pembukaan, media massa dipersilakan meliput. “Gelar perkara besok ya, teman-teman kalau mau hadir ditunggu ya. Pada pembukaan silakan diliput media. Tapi saat pembicaraan substansi, itu nanti semua menunggu di luar,” kata dia.

Selain itu ada tiga pihak yang diundang sebagai pengawas yaitu Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Ombudsman dan Komisi III DPR. Pihak Kompolnas dan Ombudsman sudah memastikan akan hadir dalam gelar perkara tersebut.

Sementara Komisi III DPR RI menyatakan tidak akan hadir dalam gelar perkara itu untuk menjaga independensi Kepolisian RI. “Namun tanpa mengurangi rasa hormat kami, Komisi III sepakat tidak hadir untuk menjaga independensi Polri sebagai institusi sebagaimana diamanatkan undang-undang,” kata Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo melalui keterangan tertulisnya.

Alasan lainnya menurut Bambang, sebagai lembaga politik, DPR tentu tak bisa lepas dari berbagai kepentingan partai yang ada di dalamnya. Komisi III DPR akan melakukan pengawasan dengan mengacu pada tata tertib dewan dan UU MD3.

“Kami menyadari, sebagai lembaga politik, DPR dalam hal ini tidak bisa lepas dari berbagai kepentingan partai politik yang ada di dalamnya,” kata Bambang.

“Kami juga menyadari posisi Kapolri yang sangat dilematis,” tambah politikus Partai Golongan Karya itu.

Perihal ketidakhadiran Komisi III DPR ini disebut tidak menganggu jalannya proses gelar perkara. Pasalnya Komisi III diundang sebagai pengawas eksternal yang sifatnya pasif.

“Beliau kan pengawas eksternal itu diundang Kompolnas, Ombudsman, dan Komisi III DPR. Salah satu tidak datang enggak masalah kan hanya menyaksikan saja, yang aktifitas itu penyidik, pelapor, terlapor dan ahli,” terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto.

Sementara itu dari pihak terlapor melalui kuasa hukumnya, Sirra Prayuna, mengkonfirmasi bahwa kemungkinan besar cagub petahana DKI tersebut tidak hadir dalam gelar perkara. Ahok, panggilan akrab Basuki, akan diwakili oleh tim pengacara yang berasal dari tim suksesnya.

“Saya belum dapat konfirmasi sampai sekarang. Tapi kemungkinan (Ahok) tidak datang dan diwakili oleh tim pengacara,” kata Sirra saat dihubungi, Senin (14/11/2016) malam (RM/KMP)

portal berita medan
informatif & terpercaya