Mesir Batalkan Hukuman Mati Mohammed Mursi

Mohamad Morsi batal dihukum mati (Foto: AFP).
Mohamad Morsi batal dihukum mati (Foto: AFP).

Kairo | rakyatmedan.com
Pengadilan Mesir membatalkan hukuman mati terhadap Mohamed Morsi, mantan presiden yang didukung Ikhwanul Muslimin. Morsi digulingkan oleh tentara dalam kudeta 2013 setelah gelombang protes terhadap pemerintahannya.

Pengadilan Kasasi juga memerintahkan digelar pengadilan ulang atas Morsi dan lima pemimpin lain dari kelompok Ikhwanul Muslimin, yang sekarang ditetapkan sebagai organisasi teroris. Semua dijatuhi hukuman mati tahun lalu oleh pengadilan di tingkat lebih rendah terkait pemberontakan penjara besar-besaran selama hari-hari awal 2011 revolusi Mesir yang berakhir dengan tumbangnya Hosni Mubarak, diktator yang lama berkuasa.

Putusan batalnya hukuman mati diikuti banding, berarti mantan presiden tidak lagi dalam bahaya eksekusi dan akan menghadapi sidang ulangan dengan tuntutan melarikan diri dari penjara.

Seperti dilansir Financial Times, Rabu (16/11), Morsi mendekam dalam penjara bertahun-tahun lantaran tiga kasus lainnya.

Jaksa menuding di sidang awal bahwa kelompok Hamas dari Palestina, militan Islam yang menguasai Jalur Gaza, telah menyusup ke Mesir melalui terowongan di bawah perbatasan. Mereka membebaskan Morsi, 30 anggota Ikhwanul lainnya, dan sekitar 20.000 narapidana yang ditahan dalam penjara di seluruh negeri.

Jaksa berpendapat bahwa Pengawal Nasional Iran dan Hizbullah, kelompok Lebanon, juga terlibat. Amnesty International sudah menjelaskan sidang sebagai sandiwara.

Morsi terpilih menjadi presiden pada 2012 dan memerintah selama satu tahun penuh gejolak yang ditandai dengan polarisasi mendalam antara Islamis Mesir dengan seteru kalangan liberal dan sekuler. Dia digulingkan oleh Abdel Fattah al-Sisi, presiden saat ini yang ketika itu menjabat menteri pertahanan, didukung protes besar jutaan massa yang turun ke jalan.

Kemudian Morsi ditangkap pada hari ia digulingkan dan di hari-hari berikutnya hingga berbulan-bulan ribuan anggota organisasinya ditahan termasuk tiga lapis pimpinan kelompok.

Dia menjalani hukuman 20 tahun melalui sebuah putusan yang merujuk kematian para pengunjuk rasa selama bentrokan dalam demonstrasi pada 2012. Morsi juga telah dijatuhi hukuman 40 tahun atas tuduhan mata-mata untuk Qatar, pendukung regional utama Ikhwanul Muslimin. Secara terpisah, ia dijatuhi hukuman seumur hidup atas tuduhan mata-mata untuk Hamas.

Ikhwanul Muslimin, didirikan pada 1928, adalah kelompok Islam tertua di dunia Arab. Meskipun secara resmi dilarang di bawah rezim Mubarak, mereka diperbolehkan ambil bagian dalam pemilu dengan kandidat yang maju sebagai calon independen.

Kelompok ini memenangkan suara pluralitas dalam pemilihan parlemen pertama yang diadakan setelah revolusi tapi perkumpulan dibubarkan lewat perintah pengadilan pada 2012. Morsi kalah tipis dalam pemilihan presiden tahun 2012.

Organisasi ini, disebut para analis, telah mengalami perpecahan. Kepemimpinan kaum muda yang lebih konfrontatif di pengasingan mendukung tindakan kekerasan terhadap rezim. Sementara kalangan pemimpin lebih tua masih mencoba memaksakan otoritas mereka dan lebih mengutamakan kesabaran.

portal berita medan
informatif & terpercaya