Kejaksaan Tolak Pelimpahan Ramadhan Pohan dari Polisi

Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan. (Foto: Antara)
Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan. (Foto: Antara)

Medan | rakyatmedan.com
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menolak Ramadhan Pohan dan kembali menyerahkannya kepada Poldasu, Selasa (29/11).

Alasan penolakan oleh Kejatisu atas penyerahan mantan calon Walikota Medan itu tidak diketahui, padahal penyerahan tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp4,5 miliar itu sudah disepakati sebelumnya.

“Kita tidak tahu apa alasan penolakan penyerahan tersangka padahal sebelumnya antara penyidik Poldasu dengan JPU sudah terjadi kesepakatan untuk menyerahkan tersangka Ramadhan Pohan,” kata Kasubdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum Poldasu AKBP Frido Situmorang, Selasa (29/11).

Frido mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejatisu, Sabarita Siahaan menolak menerima pelimpahan Wasekjen Partai Demokrat tersebut tanpa alasan yang jelas dan dia meminta supaya diserahkan pada Senin (5/12) mendatang.

“Sabarita Siahaan menolak menerima pelimpahan Ramadhan Pohan tanpa alasan yang jelas dan meminta supaya tersangka kasus penipuan (Ramadhan Pohan red) diserahkan pada Senin depan,” kata Frido.

Mantan Kadubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu itu mengaku kecewa atas sikap JPU yang menolak penyerahan tersangka penipuan dan penggelapan uang Rp4,5 miliar yang dilaporkan Lorenz Sianipar tersebut karena dinilai telah mengingkari kesepakatan apalagi Ramadhan Pohan berdomisili di Jakarta yang notabene pemanggilannya tidak mudah dilakukan.

AKBP Frido Situmorang yang akan menjabat Kapolres Labuhanbatu itu menambahkan, Ramadhan Pohan dilimpahkhan ke Kejatisu masih atas laporan pengaduan Lorenz Sianipar atas dugaan penipuan Rp4,5 miliar, sedangkan dugaan penipuan Rp10,3 miliar atas laporan Rotua H boru Simanjuntak, ibu kandung Lorenz Sianipar sudah lengkap tinggal menunggu penyerahan tahap dua (P22) dari JPU.

Demikian juga penyidik Subdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum Poldasu tinggal menunggu penyerahan tahap dua (P22) atasnama tersangka Linda Hora boru Panjaitan atas kasus yang sama (satu paket dengan Ramadhan Pohan) karena tersangka sedang sakit. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya