Positif Doping di PON 2016, Sanksi Berat Menanti 12 Atlet

PB PON berjanji akan menjatuhkan sanksi berat terhadap atlet PON yang terbukit menggunakan doping. (foto ant: Indrianto Eko Suwarso)
PB PON berjanji akan menjatuhkan sanksi berat terhadap atlet PON yang terbukit menggunakan doping. (foto ant: Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta | rakyatmedan.com
Sekretaris Umum Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Ahmad Hadadi menegaskan siap menjatuhkan sanksi tegas bagi atlet yang positif doping di PON 2016 Jawa Barat.

Namun, sebelum menjatuhkan sanksi, ia akan terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Sidang putusan juga akan melakukan verifikasi kebenaran hasil tersebut untuk menentukan sanksi yang bakal diberikan kepada atlet yang positif doping.

“Yang jelas kami tidak boleh mendahului (hasil dari tes doping). PB PON siap melakukan tindakan sesuai ketentuan,” kata Hadadi.

“Mulai dari penarikan medali sampai mengambil hak-haknya sebagai atlet. Termasuk pelarangan tampil maksimal sampai empat tahun di berbagai event itu, termasuk PON 2020 di Papua, jadi hukuman paling beratnya,” ungkap Hadadi.

Dijelaskan Hadadi, ada rumusan untuk bisa menentukan hukuman bagi atlet pengguna doping. Sidang itu bertujuan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan sedang sakit atau tidak karena hasil tes akan berpengaruh pada jenis obat yang dikonsumsi ketika sakit.

“Kalau zat dopingnya itu berkaitan dengan obat penyakitnya misalnya, mungkin itu juga akan membantu pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi,” sebut Hadadi memaparkan.

“Setelah hasil aslinya di dapat baru bisa diketahui. Ini kan baru scan saya ingin yang lebih valid, tidak boleh sembarangan. Awal tahun ini kemungkinan baru akan ketahuan hasilnya dan sanki terhadap pengguna doping,” simpulnya.

Ketua Bidang Pertandingan PB PON XIX, Yuda Saputra membenarkan ada 12 atlet yang menggunakan doping pada PON ke-16 di Jawa Barat. Sanksi berat pun menanti atlet-atlet tersebut.

“Apabila atlet-atlet itu mendapat medali, medalinya akan dicabut. Nanti akan ada tim doping yang berkunjung ke provinsi-provinsi mengambil medali tersebut,” kata Yuda.

Yuda menambahkan, sanksi terberat yang menanti para atlet adalah larangan ikut turnamen selama empat tahun. Di sisi lain, Yuda mengatakan jika atlet yang terbukti doping berasal dari Jawa Barat, atlet tersebut akan kehilangan bonus yang telah dijanjikan.

“Pak Gubernur sudah mengatakan kalau ada atlet Jawa Barat yang terbukti doping maka bonusnya akan dicabut. Harus taat aturan,” ujar Yuda.

Yuda sendiri mengaku, pihaknya menerima kabar doping tersebut pada pekan lalu dari tim doping. Namun ia tak bisa mengumumkan nama-nama atlet yang terbukti doping.

“Nanti KONI Pusat yang akan mengumumkan nama-nama atletnya,” kata Yuda.

“Memang di setiap PON dan berbagai event selalu ada kejadian seperti ini. Masih ada saja atlet yang mementingkan kepentingan pribadi,” ujar Yuda menambahkan.

Bisa Banding
Kendati terancam sanksi, para atlet tersebut masih bisa mengajukan banding. Syaratnya, atlet tersebut harus mengirimkan sampel urine sendiri ke National Dope Testing Laboratory di New Delhi, India.

“Atlet tersebut mengirimkan sampel urine B ke tim. Biayanya mahal karena tesnya tidak dilakukan di Indonesia,” ujar Yuda.

PON 2016 Jawa Barat berlangsung darri 17 September 2016 hingga 29 September 2016. Jawa Barat sebagai tuan rumah keluar sebagai juara umum usai meraih 195 medali emas, 134 medali perak, dan 135 medali perunggu. (rm/cnn/l6)

portal berita medan
informatif & terpercaya