Stop Kekerasan Terhadap Anak

Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution MSi bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Medan Ny Nurul Khairani Akhyar hadiri peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Medan yang diselenggarakan di Gedung Dharma Wanita Kota Medan, Selasa (29/11).
Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution MSi bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Medan Ny Nurul Khairani Akhyar hadiri peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Medan yang diselenggarakan di Gedung Dharma Wanita Kota Medan, Selasa (29/11).

Medan | rakyatmedan.com
Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution MSi berharap kepada orangtua untuk stop kekerasan terhadap anak dan mengeploitasi mereka dengan lebih meningkatkan kepedulian dan pemenuhan serta memberikan perlindungan kepada anak-anak kita.

Harapan ini disampaikan Wakil Walikota Medan ketika menghadiri peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Medan, di Gedung Dharma Wanita, Jalan Rotan, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (29/11).  Hadir Wakil Ketua TP PKK Kota Medan Ny Nurul Khairani Akhyar, Kepala Badan PP dan KB, Muslim SSos, para Kader PKk Kota Medan, dan orang tua yang mendampingi anak-anak.

Dikatakan Akhyar, anak adalah harta berharga yang dimiliki orangtua, artinya harus dijaga dan dilindungi dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga. Akan tetapi tidak sedikit anak yang disiksa ditelantarkan dan dipaksa bekerja, bahkan dibunuh oleh orangtuanya sendiri. Artinya Tidak sedikit anak yang menjadi korban Kekerasan fisik dari orangtua dewasa, Kekerasan seksual dan Narkotika yang menimpa mereka.

“Hari Anak Nasional 2016 ini menyoroti tiga isu anak yakni kekerasan seksual anak, perkawinan anak dan prostitusi terhadap anak. Isu ini sesuai dengan tema yakni Stop Kekerasan pada anak. Peringatan ini dapat menjadi motivasi kita khususnya orangtua untuk lebih meningkatkan kepedulian dan pemenuhan serta memberikan perlindungan kepada anak,” kata Akhyar.

Menurut Akhyar, anak perlu dilindungi, karena setiap anak terlahir dengan segenap potensi yang baik. Namun pola asuh dan lingkungan yang salah, sehingga masa perkembangan anak dapat menghambat tumbuh kembangnya.

“Hak-hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi bersama antara lain hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan dan perlindungan. Selain itu hak mendapatkan nama dan identitas, hak mendapat makanan, akses kesehatan, rekreasi serta hak untuk berkembang memiliki peran yang sesuai dengan kemampuan dan intelektual perkembangan usianya,” ungkapnya.

Akhyar juga menjelaskan, kebijakan pengembangan kota layak anak telah diatur dalam undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam pada (21) ayat 4 dan 5.

“Sejak tahun 2010 sampai dengan 2014 Kota Medan telah berkomitmen untuk mewujudkan 1 kelurahan di 21 kecamatan menjadi Kelurahan layak Anak”, jelasnya.

Kepala Badan PP dan KB Muslim SSos menjelaskan, dalam peringatan hari Anak di Kota Medan Kita menggelar beberapa kegiatan yang memberikan hiburan kepada anak khususnya bagi anak-anak yang Kurang Mampu mulai dari kemarin sampai dengan hari ini.

“Perlombaan yang mengisi peringatan Hari Anak adalah lomba mewarnai, Menyanyi, fashion show dan lomba bahasa Inggris yang diikuti sebanyak 200 anak baik tingkat TK, SD dan SMA. Seperti lomba bahasa Inggris yang diikuti siswa SMA dan mendapatkan hadiah sepeda, artinya hadiah itu dapat menjadi motivasi dan digunakan untuk bersekolah,” katanya.

Muslim juga menjelaskan melalui peringatan Hari Anak di tahun 2017 kita stop kekerasan pada anak di Kota Medan, jangan lagi ada pengeploitasian anak, mari kita lindungi anak-anak generasi penerus bangsa. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya