Gila !! Bunuh Sahabatnya Sendiri, Mayat Dikubur di Kamar, Serem Akh

Jasad Neli Agustin, 19 warga Payo Tanahgaram, Kota Solok saat tiba di RS Bhayangkara Polda Sumbar, Kota Padang, untuk diotopsi, kemarin. Foto: KHAIRIAN/PADANG EKSPRES/JPNN.com
Jasad Neli Agustin, 19 warga Payo Tanahgaram, Kota Solok saat tiba di RS Bhayangkara Polda Sumbar, Kota Padang, untuk diotopsi, kemarin. Foto: KHAIRIAN/PADANG EKSPRES/JPNN.com

RAKYATMEDAN.COM | PADANG

Neli Agustin, 19, gadis tamatan SMP warga Payo Tanahgaram Solok, Sumbar, jasadnya ditemukan dikubur di dalam kamar teman karibnya, Ayu Permata Sari, 23.

Korban, yang pamit pergi ke pasar pada Jumat (25/11) lalu, tewas diduga akibat pukulan linggis pada bagian kepala korban. Kejadian di Kandang Aua, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

Data yang dihimpun Padang Ekspres (Jawa Pos Group), peristiwa terungkap setelah pelaku beserta keluarganya lapor kepada Polres Kota Solok, Senin (28/11) 21.00.

Dari pengakuan itu pihak kepolisian tidak lantas mempercayai dan melakukakan penyelidikan ke rumah pelaku. Ternyata benar, ditemukan jasad yang dikubur di dalam kamar.

Dalam pengakuannya kepada polisi, Ayu tega membunuh temannya itu karena merasa sakit hati.
Pada Jumat siang (25/11) pukul 12.30, korban dibunuh dengan cara memukulkan linggis sebanyak dua kali pada bagian kepala korban.

Panik, Ayu langsung mengubur jasad karibnya itu di dalam kamar pelaku.

Awalnya tersangka tetap tenang. Namun, pada minggu malamnya, tersangka merasa dihantui rasa bersalah.

Sehingga memberitahukan peristiwa itu kepada adiknya. Lantas adiknya juga memberitahui kepada ibu dan pamannya. Kemudian pihak keluarga melaporkan kepada kepolisian setempat.

Untuk kepentingan penyelidikan, kemarin jenazah korban telah berada di RS Bhayangkara Padang.

Armaita, 42, ibunya Neli, saat ditemui di RS Bhayangkara Padang, beberapa saat setelah kedatangan Jenazah anaknya di RS tersebut, cerita, pada Jumat itu, anaknya minta izin mau pergi ke pasar bersama temannya.

“Meminta uang kepada saya sebanyak Rp 50 ribu, dan ayahnya memberikan uang Rp 100 ribu,” ujar Armaita.

Ia baru mengetahui anaknya meninggal dan dikubur temannya setelah mendapatkan keterangan dari kepolisian usai pembongkaran kubur anaknya.

“Sabtunya saya mengunjungi rumah Ayu, karena memang keseharian mereka itu sudah berteman akrab, saya pikir Neli ada di tempatnya, namun Ayu mengatakan anak saya tidak ada di sana,” terangnya.

“Menjelang subuh itu polisi datang ke rumah saya, dan mengatakan saat ini anak saya berda di RS Solok, sampai di sana saya tidak diperkenankan melihat jasad Neli, hingga sampai di sini (RS Bhayangkara, red),” sebut Armita, sembari terus menangis.

Armita tidak menyangka hal itu akan dilakukan oleh teman anaknya sendiri. Dikatakan, Ayu sudah sering berkunjung dan menginap di rumahnya.

“Ayu itu sudah sering ke rumah dan sudah seperti anak saya, memang dia agak tomboy, dan sama bekerja di Bukittinggi, namun sudah beberapa bulan ini mereka tidak kembali ke sana, dan saya tidak menduga ia akan melakukan hal seperti ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Solok Kota, AKP Rahmad Natum, menjelaskan pihaknya telah melakukan penyelidikan karena laporan dari tersangka beserta pamannya ke kepolisian.

“Tersangka datang bersama pamannya untuk mengakui kesalahannya, dari keterangan tersangka, ia melakukan itu antaran sakit hati kepada korban,” ujarnya.

Setelah diminta oleh pihak kepolisian, tersangka diminta menunjukkan jenazah korban yang dikubur di samping tempat tidurnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban akan dioutopsi di RS Bhahyangkara.

“Untuk sementara, korban diduga meninggal akibat pukulan linggis di bagian kepalanya. N anti setelah outopsi jasad akan langsung disemayamkan dan diserahkan kepada pihak keluarga” tutupnya. (rm/JP)

portal berita medan
informatif & terpercaya